Gubernur Melki Laka Lena Tegaskan Tak Ada Pungutan Biaya bagi Peserta BaSTEL 2026

Bangun SDM, Tumbuhkan Ekonomi, Lajukan NTT

Oplus_131072

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pameran pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT) BaSTEL 2026 tidak sekadar menjadi ruang untuk memamerkan capaian pembangunan daerah. Di tengah situasi yang dihadapi masyarakat Flores, pameran tersebut dijadikan momentum untuk menggalang kepedulian dan memperkuat semangat gotong royong masyarakat NTT.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi membuka Pameran Pembangunan NTT BaSTEL 2026 bertajuk “Bangun SDM, Tumbuhkan Ekonomi, Lajukan NTT” di halaman Hotel Harper Kupang, Sabtu (15/8/2026).

Dalam sambutannya, Melki mengajak seluruh masyarakat NTT untuk mengambil bagian dalam membantu masyarakat Flores yang sedang menghadapi berbagai persoalan, termasuk dampak bencana yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Flores adalah bagian dari kita. Kita yang ada di Timur, di Sumba, di Timor, dan di berbagai wilayah lainnya harus menunjukkan bahwa Flores adalah bagian dari kita,” demikian pesan yang disampaikan Melki dalam sambutannya.

Menurut Gubernur NTT, kepedulian terhadap masyarakat Flores tidak harus diwujudkan melalui satu bentuk tertentu. Setiap orang dapat berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing, termasuk melalui doa, bantuan langsung maupun dukungan dari lingkungan sekolah, komunitas, pelaku usaha, hingga berbagai instansi.

Melki Laka Lena juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum pameran untuk memperkuat gerakan solidaritas tersebut. Ia menyampaikan bahwa donasi yang tersedia di sekitar lokasi pameran akan dikumpulkan dan diumumkan secara terbuka sebagai bagian dari upaya bersama membantu masyarakat terdampak di Flores.

“Siapa pun bisa membantu dengan caranya masing-masing, sekurang-kurangnya dengan berdoa,” ujarnya.

Ia menegaskan, BaSTEL 2026 tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial atau ajang hiburan. Pameran tersebut harus menjadi bukti nyata kepedulian, kebersamaan dan gotong royong masyarakat NTT dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan maupun bencana.

Selain menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah, BaSTEL 2026 juga diarahkan untuk mempercepat pembangunan ekonomi, memperkuat pemenuhan kebutuhan masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkenalkan NTT kepada masyarakat Indonesia dan dunia.

Melki Laka Lena turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan pameran, mulai dari instansi pemerintah, TNI-Polri, pelaku usaha, komunitas, hingga peserta yang mengisi berbagai stan.

Ia juga menegaskan agar penyelenggaraan pameran berlangsung transparan dan tidak membebani peserta. Melki meminta peserta atau pelaku usaha segera melaporkan apabila terdapat pihak yang melakukan pungutan biaya yang tidak semestinya terhadap stan peserta.

Pada kesempatan itu, Melki juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan keluarga dan masyarakat di Flores agar dapat melewati situasi yang sedang dihadapi. Ia berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, dapat segera diwujudkan dalam bentuk bantuan konkret bagi masyarakat terdampak.

“Kita berdoa agar semua yang ada di Flores bisa ditangani dengan baik dan dukungan dari para pihak, termasuk pemerintah pusat, dapat membantu berbagai persoalan yang ada di Flores,” katanya.

Pembukaan BaSTEL 2026 akhirnya tidak hanya menandai dimulainya pameran pembangunan NTT, tetapi juga menjadi seruan bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat solidaritas. Dari Kota Kupang, semangat itu diarahkan untuk menunjukkan bahwa pembangunan NTT bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi dan promosi daerah, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama, terutama masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan.

Penulis: Felisitas K. Bariak