Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami dua kali erupsi pada Senin (7/9/2026) pagi. Dalam salah satu letusan, kolom abu vulkanis teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak.
Kolom abu hasil erupsi pertama teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu vulkanis berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan teramati condong ke arah tenggara serta barat daya.
Dalam wawancara bersama wartawan, di Kantor DPRD NTT, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menyampaikan keprihatinan dan empati Pemerintah Provinsi NTT terhadap masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Ile Lewotolok.
“Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan rasa keprihatinan dan empati yang tinggi kepada seluruh masyarakat yang menjadi korban atau terdampak erupsi Gunung Ile Lewotolok. Hati dan perhatian kami bersama seluruh masyarakat di sana,” ujar Johni.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi NTT akan memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak erupsi serta memastikan penanganan dilakukan dengan cepat sesuai kebutuhan di lapangan.
Johni Asadoma juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pemerintah setempat.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti setiap imbauan serta arahan dari BPBD dan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi ini,” katanya.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan situasi dan memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak aktivitas Gunung Ile Lewotolok.














