Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pada Selasa, (17/9/2024), harga sejumlah bahan pokok di Pasar Oebobo mengalami kenaikan. Peningkatan harga tersebut disebabkan oleh inflasi yang terus meningkat, memicu kekhawatiran masyarakat terhadap daya beli mereka yang semakin menurun.
Di Pasar Oebobo, harga komoditas seperti beras, bawang, dan pisang naik drastis. Salah satu seorang pedagang, Nae Marunesi menyampaikan kepada Radio TIRILOLOK bahwa jumlah pembeli masih banyak sebelum harga naik. Namun, setelah kenaikan harga, jumlah pembeli berkurang.
Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur melaporkan inflasi terjadi akibat kenaikan harga di berbagai kelompok pengeluaran. Indeks kelompok makanan, minuman, dan tembakau meningkat sebesar 1,24 persen; kelompok pakaian dan alas kaki naik 1,28 persen; kelompok kesehatan naik 0,45 persen; kelompok transportasi meningkat 1,60 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 0,16 persen; kelompok pendidikan meningkat 0,84 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 4,02 persen; dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya naik 6,15 persen.
Bawang merah dan tomat menjadi dua komoditas penyumbang inflasi terbesar di Nusa Tenggara Timur pada Mei 2024. Bawang merah mengalami inflasi sebesar 0,15 persen dan tomat 0,09 persen.














