Inflasi Tertinggi di Maumere Menjadi Sorotan Utama

BPS NTT mengadakan konferensi pers tentang perkembangan indeks harga konsumen/inflasi selama bulan Juli.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Badan Pusat Statistik (BPS) NTT menggelar konferensi pers tentang perkembangan indeks harga konsumen/inflasi selama bulan Juli pada Kamis, (1/8/2024) di Ruang Aula Lantai 2, Kantor BPS Provinsi NTT.

Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, S.Si, M.Si menyatakan bahwa inflasi acuan tahunan dari provinsi NTT masih terkendali, dengan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Nusa Tenggara Timur bulan Juli 2024 sebesar 0,19%. Pemerintah menargetkan inflasi dalam 2024. Matamira B. Kale menekankan yakni inflasi masih dalam kendali yang baik untuk mencapai target tersebut.

Matamira B. Kale juga menyebutkan selama bulan Juli 2024 provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami deflasi sebesar 0,32%. Ini merupakan deflasi kelima selama tahun 2024, dengan penyebab utama dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi sebesar 1,11%. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya turut mengalami deflasi sebesar 0,21%.

Selain itu, Matamira B. Kale juga mengungkapkan bahwa provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami inflasi way on way terbesar di Maumere sebesar 1,90% dengan IHK sebesar 106,37. Sementara itu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengalami deflasi 1,25% dengan IHK sebesar 104,06, yang merupakan deflasi way on way pertama sejak bulan Juli tahun 2023.

Terdapat dua teori yang mengkategorikan penyebab terjadinya inflasi, yaitu teori moneteris dan teori non-moneteris.