Kasih Allah dan Tujuan Kedatangan Yesus

Renungan Sabtu, 14 September 2024, Pekan biasa XXIII, (Yoh. 3:13-17).

Yesus “meninggikan” diri-Nya di atas salib sebagai sarana keselamatan bagi umat manusia.

Dalam Injil hari ini, kita menemukan pesan yang sangat mendalam dan menyentuh tentang kasih Allah dan tujuan kedatangan Yesus ke dunia. Di sini kita diundang untuk merenungkan bagaimana kasih Allah mempengaruhi hidup kita secara pribadi. Dalam Yoh. 3:13 diungkapkan “Dan tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, kecuali Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.” Ayat ini menggarisbawahi keunikan Yesus sebagai Anak Manusia yang datang dari surga. Yesus, yang adalah Tuhan, memilih untuk turun ke dunia dengan segala keterbatasan manusiawi. Ini menunjukkan betapa besar cinta-Nya kepada kita, karena Dia rela meninggalkan kemuliaan surga untuk menyelamatkan umat manusia.

Dalam Yoh. 3:14 diungkapkan juga “Dan seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus meninggikan diri-Nya.” Perbandingan ini merujuk pada peristiwa di Bilangan 21:4-9, yakni pristiwa Musa meninggikan ular tembaga sebagai sarana penyembuhan bagi orang Israel yang digigit ular berbisa. Sebagaimana Musa meninggikan ular, demikian pula Yesus “meninggikan” diri-Nya di atas salib sebagai sarana keselamatan bagi umat manusia. Ini adalah pengingat bahwa penebusan kita dimulai dari pengorbanan Kristus di kayu salib, yang merupakan pusat dari keselamatan kita.

Kasih Allah yang dinyatakan melalui pengorbanan Yesus adalah jaminan hidup yang kekal bagi setiap orang yang percaya. Ini bukan hanya tentang kehidupan setelah kematian, tetapi juga tentang kualitas hidup saat ini, yaitu hidup dalam hubungan yang erat dengan Tuhan, mengalami damai sejahtera dan sukacita yang hanya bisa diberikan oleh-Nya.

Allah mengutus Putera-Nya untuk turun dan menyelamtkan manusia. Ini adalah kasih yang tak bersyarat dan mendalam, yang melampaui segala batasan. Hal ini juga menegaskan bahwa keselamatan adalah tawaran universal, tersedia bagi semua orang yang percaya, tanpa memandang latar belakang atau keadaan mereka.

Pesan ini memperjelas tujuan kedatangan Yesus, yakni bukan untuk menghakimi, tetapi untuk menyelamatkan. Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak ingin kita hidup dalam rasa bersalah atau ketakutan, tetapi ingin kita mengalami pemulihan dan keselamatan.

Marilah kita merenungkan betapa besar kasih Allah yang dinyatakan melalui pengorbanan Kristus. Kasih ini adalah dasar dari iman kita dan menjadi sumber kekuatan serta inspirasi dalam hidup sehari-hari. Mari kita hidup dalam kesadaran akan kasih yang luar biasa ini, membagikannya kepada orang lain, dan menerima hidup yang kekal yang telah Dia sediakan bagi kita