Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Peluncuran lagu rohani berjudul, “Ziarah Hidup Mgr. Gabriel Manek” menjadi salah satu agenda dari perayaan HUT ke-9 Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) dan pelantikan Panitia Musyawarah Internasional SMGM oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni di Auditorium Keuskupan Agung Kupang (KAK), Sabtu (26/04/2026)
Untuk diketahui, komunitas SMGM KAK akan menjadi tuan rumah musyawarah itu tahun 2027 mendatang.
Lagu yang ditulis oleh Paul Burin ini sebagai bentuk penghormatan atas keteladanan mantan Uskup Larantuka dan Uskup Agung Ende itu.
Sang penulis lagu, Paul Burin yang juga anggota komunitas SMGM Cabang Assisi, Kolhua ini mengekspresikan kekaguman atas sikap mendiang dalam bentuk syair lagu.
Lagu itu ditayangkan melalui kanal YouTube Burin Kopong, dinyanyikan oleh Clara Marly, seorang artis yang menghayati lagu ini dengan sungguh baik. Clara Marly merupakan karyawan Tribun Network. Ia pernah menjuarai lomba nyanyi Kelompok Kompas Gramedia beberapa tahun lalu. Musik lagu ini digarap oleh Berlan dan vedio klip oleh Pieter Kembo.
Koordinator SMGM KAK, Adrianus Ceme, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan dedikasi sahabat Paul Burin sebagai penggagas karya tersebut. Ia menilai, lagu itu bukan sekadar ekspresi seni, melainkan juga wujud iman dan kecintaan terhadap sosok gembala yang telah memberi teladan bagi umat.
“Kami bangga atas upaya, niat baik, dan kerja keras sahabat Paul Burin. Karya ini menjadi bentuk kesaksian iman sekaligus penghargaan atas warisan rohani Mgr. Gabriel Manek,” ujar Adrianus di sela-sela acara ini
Menurut dia, kehadiran karya tersebut menunjukkan bahwa semangat persaudaraan dalam komunitas SMGM terus hidup dan berkembang melalui berbagai cara, termasuk lewat kreativitas anggota. Hal itu dinilai penting untuk menjaga ingatan kolektif umat terhadap nilai-nilai keteladanan yang diwariskan.
Sementara itu, Paul Burin mengungkapkan rasa syukur atas selesainya proses produksi lagu yang ia sebut sebagai “tribute to” Monsinyur Gabriel Manek. Ia mengatakan, karya tersebut lahir dari perjalanan refleksi iman sekaligus dorongan untuk menghadirkan sosok Monsinyur Manek dalam medium yang lebih dekat dengan umat, khususnya generasi muda.
“Dengan rasa syukur kepada Tuhan, lagu ini akhirnya dapat ditayangkan tepat pada HUT ke-9 SMGM. Ini menjadi persembahan sederhana kami sebagai ungkapan hormat atas keteladanan beliau,” kata Paul, mantan wartawan Pos Kupang ini.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam proses kreatif, mulai dari diskusi, pemberian masukan, hingga dukungan moral yang memerlancar penyelesaian lagu tersebut.
Menurut dia, kebersamaan dalam komunitas menjadi kekuatan utama dalam setiap karya yang dihasilkan. Lebih lanjut, Paul berharap lagu tersebut tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga sarana doa bersama umat agar proses pengakuan kesucian Mgr. Gabriel Manek dapat berjalan dengan baik.
“Semoga doa-doa kita dapat mempercepat proses beliau menjadi santo pertama dari negeri ini,” ujarnya.
Komunitas SMGM sendiri merupakan wadah bagi umat yang memiliki devosi dan kecintaan terhadap sosok Mgr. Gabriel Manek. Dalam perjalanannya, komunitas ini terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan rohani dan karya inspiratif sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai keteladanan sang gembala.














