Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Iien Adriany memaparkan data permasalahan imunisasi yang terjadi di beberapa wilayah di NTT. drg. Iien mengutarakan hal tersebut dalam kegiatan bertajuk “Advokasi Penguatan Program Imunisasi kepada Kepala Daerah Provinsi dan Daerah di NTT,” yang diselenggarakan di Aula Hotel Sasando Kupang pada Jumat (25/07).
Dalam laporannya, drg. Iien memaparkan bahwa terdapat 6 wilayah di NTT yang memiliki Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang rendah. Wilayah itu mencakup Kabupaten Kupang dengan IDL mencapai 68% dan Angka Absolut Zero Dose Tinggi yang mencapai 1.477, Kabupaten Alor dengan IDL 40% dan Absolut Zero Dose mencapai 1.157, Kabupaten Sumba Timur dengan IDL 42% dan Absolut Zero Dose mencapai 966, Kabupaten Manggarai Barat dengan IDL 23% dan Absolut Zero Dose mencapai 1.170, Kabupaten Sumba Barat Daya dengan IDL 20% dan Absolut Zero Dose mencapai 1.277 dan Kota Kupang dengan IDL 60% dan Absolut Zero Dose mencapai 1.916.
Data ini kemudian dilengkapi oleh Kepala Kantor Cabang United Nations Children’s Fund (UNICEF) Perwakilan NTT-NTB, Yudhistira Yewangoe yang menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam memberikan vaksin sebagai bentuk imunisasi kepada masyarakat. Yudhistira memaparkan empat tantangan utama yang dihadapi oleh UNICEF. Pertama, akses geografis yang menghambat pembagian logistik terlebih khusus ke wilayah-wilayah pedalaman yang tidak memiliki akses yang baik. Kedua, kepercayaan masyarakat yang masih rendah terhadap program imunisasi melalui vaksin. Ketiga, pelaporan data yang belum maksimal yang dilakukan oleh petugas kesehatan itu sendiri. Keempat, kurangnya tenaga kerja kesehatan yang bekerja dalam bidang tersebut.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena yang juga turut hadir membuka kegiatan itu, menjelaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa anak-anak yang akan berkiprah pada tahun 2045 dalam Indonesia emas adalah mereka yang sekarang sedang berumur 1-5 tahun. Melki mengharapkan adanya pemberian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang dilakukan secara maksimal. Bagi Melki, tiga hal yang perlu dilakukan secara bersama ke depannya adalah dengan memperkuat komando di bidang kesehatan, mendorong inovasi pelayanan kesehatan dan mengintegrasikan program imunisasi melalui pembangunan desa dan kelurahan.
Acara tersebut juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota di NTT tentang penguatan program imunisasi.














