Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Sebagian ruas Jalan Pulau Indah, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, kembali mengalami kerusakan parah. Permukaan hotmix berlubang dan tergenang air tepat di depan lokasi usaha pengisian air mobil tangki di RT 003/RW 001.
Kerusakan diperkirakan sepanjang 15 hingga 25 meter. Lubang besar yang digenangi air membuat jalan sulit dilewati, terutama pada malam hari dan saat hujan. Kondisi ini dikhawatirkan memicu kecelakaan bagi para pengguna jalan.
Salah satu pihak yang paling terdampak adalah TK Betlehem Oesapa Barat yang berada dekat lokasi. Pada Senin (17/11/2025), Kepala TK, Maria Nggeon, S.Pd, menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan persetujuan atas keberadaan usaha pengisian air tersebut.
“Saya pernah diminta menandatangani berkas izin, tetapi saya tolak karena tanah di area itu merupakan kewenangan yayasan gereja,” ujarnya.
Maria menjelaskan bahwa kerusakan jalan sudah menyebabkan sejumlah insiden.
“Beberapa orang tua murid pernah jatuh saat melintas, bahkan pernah terjadi tabrakan. Akses ke TK juga terganggu karena lalu lalang mobil tangki,” ujarnya.
Keluhan warga telah dibahas dalam pertemuan bersama RT, perwakilan TK, PPA, masyarakat, dan tokoh setempat. Meski warga menolak operasional usaha tersebut, izin usaha ternyata sudah terbit dari pihak yang belum terkonfirmasi. Maria meminta pemilik usaha bertanggung jawab.
“Setidaknya ada petugas yang mengatur lalu lintas dan jalan diperbaiki agar tidak membahayakan warga,” ujarnya.
Hingga kini belum ada perbaikan dari pihak berwenang. Warga berharap Dinas Pekerjaan Umum segera turun tangan sebelum kerusakan menimbulkan korban.
Sementara itu, Sekretaris PPA GMIT Betlehem Oesapa Barat, Yesi Koanak, menegaskan bahwa kerusakan jalan berkaitan langsung dengan aktivitas kendaraan tangki.
“Mobil-mobil itu sering parkir dan berputar sembarangan tanpa memperhatikan keselamatan warga, termasuk anak-anak,” ujarnya.
Yesi juga menyebutkan telah terjadi beberapa kecelakaan kecil.
“Antrean mobil tangki menyulitkan orang tua saat menjemput anak dari TK. Kami sudah dua kali rapat dengan RT, RW, dan Lurah. Bahkan pemerintah kelurahan pernah memberikan peringatan sehingga usaha sempat berhenti, tetapi kemudian beroperasi lagi,” ujarnya.
Selain kerusakan jalan, warga mengeluhkan kebisingan dari aktivitas sumur bor yang beberapa kali mengganggu.
Yesi berharap pemerintah dan pemilik usaha segera mencari solusi.
“Arus kendaraan perlu diatur agar tidak membahayakan warga dan tidak memperparah kerusakan jalan. Mengingat musim hujan sudah dekat, sebaiknya usaha ini dipindahkan atau dihentikan sementara karena genangan bisa membuat kondisi jalan semakin rusak,” ujarnya.














