Komunitas BBG Gelar Ekaristi Bersama Pesta Hari Raya Kabar Sukacita

Perayaan Hari Raya Kabar Sukacita yang dirayakan pada setiap tanggal 25 Maret menjadi momen awal dalam perjalanan menuju perayaan Natal yang dirayakan pada setiap tanggal 25 Desember nanti

Pater Dismas bersama para imam dan umat yang mewakili berpose bersama sebelum acara tiup lilin ulang tahun.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL Komunitas Biara Bruder Gregorius (BBG) menggelar Ekaristi bersama dalam memperingati Hari Raya Kabar Sukacita pada Rabu (25/03). Bertempat di Kapela BBG, perayaan kabar sukacita itu juga berbarengan dengan tiga momen penting lainnya dalam keluarga besar Komunitas BBG, yakni Hari Ulang Tahun (HUT) kelahiran serta syukuran wisuda Pascasarjana dari Pater Dismas Longginus Mauk, SVD dan masa purnabakti dari Yosef Naijes, sopir sekaligus karyawan di Komunitas BBG.

Adapun yang hadir dalam perayaan itu mencakup Komunitas BBG, anak-anak asrama putri Arnoldus Janssen Kupang, Crew Radio Tirilolok, para suster dari beberapa kongregasi, serta umat Allah yang sempat hadir.

Dalam kata pengantarnya, Pater Dismas selaku pemimpin misa menekankan bahwa perayaan Hari Raya Kabar Sukacita yang dirayakan pada setiap tanggal 25 Maret menjadi momen awal dalam perjalanan menuju perayaan Natal yang dirayakan pada setiap tanggal 25 Desember nanti.

Perayaan misa berlangsung khusyuk. Pater Dismas dalam kotbahnya menekankan spirit Bunda Maria yang terkandung dalam Ensiklik Redemptoris Mater (1987) yang ditulis oleh Yohanes Paulus II.

Pater Dismas menekankan beberapa poin penting yang terkandung dalam ensiklik tersebut. Pertama, Gereja melihat Bunda Maria sebagai Bunda Penebus. Kehadiran Bunda Maria dalam kehidupan umat manusia menjadi suatu bentuk pengorbanan yang diberikan agar dapat memenuhi pesan Allah dalam Kitab Suci. Sebab itu, Maria digambarkan sebagai Bunda Penebus.

Kedua, kehadiran Maria sebagai penebus turut ditunjukkannya dalam Iman yang taat. Dalam hal ini, Maria memahami iman sebagai kunci dalam membangun relasi yang baik dengan Allah. Sebab itu, Maria dengan ketaatannya menerima satu gelar kehormatan yakni Gratia Plena (Penuh rahmat).

Ketiga, melalui gelar baru itu, Maria hendak menunjukkan bahwa melalui rahmat sebagaimana yang digambarkan dalam doa Salam Maria, Umat Allah juga akan memperoleh rahmat dalam kehidupannya masing-masing.

Lebih lanjut, Pater Dismas mengutarakan tujuan dari pemberian diri dan rahmat yang diterima oleh Maria adalah mencari Kerajaan Allah. Sebagaimana yang ditekankan dalam Kitab Suci, Pater Dismas menekankan bahwa Maria sebagai orang pertama yang mengatakan “Ya” terhadap kehendak Tuhan turut mengajak Umat Allah untuk terus mencari Kerajaan Allah melalui sikap dan iman yang taat kepada kehendak Allah.

Pada akhirnya, sosok Maria yang digambarkan sebagai model Gereja yang Umat Allah imani saat ini senantiasa mengajak seluruh umat Kristiani untuk turut membiarkan diri mereka menerima kehadiran Bunda Maria.

Pater Dismas berharap, semangat dan edukasi Iman yang berasal dari Bunda Maria semakin menguatkan iman Umat Allah yang selalu mencari dan menerima seluruh rahmat yang menghampiri kehidupan umat Gereja di seluruh di dunia.

Selanjutnya, misa ditutup dengan berkat penutup dan dilanjutkan dengan acara syukuran bersama beberapa momen lain yang dirayakan pada hari itu.