KSP Kopdit Solidaritas Dinilai Berhasil Memadukan Nilai Budaya dan Ekonomi Masyarakat NTT

Nilai-Nilai Credit Union sebagai Bentuk Modernisasi Budaya Masyarakat NTT.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Koperasi kredit dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur dengan tetap mempertahankan nilai solidaritas, lokasi kebersamaan, dan budaya gotong royong.

Hal tersebut disampaikan dalam acara  talkshow Radio TIRILOLOK bekerja sama dengan KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang bertema “Nilai-Nilai Credit Union sebagai Bentuk Modernisasi Budaya Masyarakat NTT” yang berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK, Sabtu, (25/7/2026).

Acara Talkshow tersebut menghadirkan mantan Pengurus KSP Kopdit Solidaritas periode 2020–2022 dan 2023–2025, Yeremias Pande Gani, sebagai narasumber.

Dalam dialog interaktif, Yeremias menjelaskan bahwa KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang selama puluhan tahun telah berperan mendukung pembangunan ekonomi keluarga di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur.

Sebagai koperasi primer tingkat provinsi, pelayanan KSP Kopdit Solidaritas telah menjangkau anggota di sejumlah wilayah, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara, Malaka, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, hingga Kabupaten Ende.

Menurut Yeremias, semangat pelayanan yang berlandaskan nilai solidaritas dan semangat Santa Maria Assumpta menjadi fondasi utama dalam memberikan manfaat kepada anggota melalui layanan simpan pinjam serta berbagai program pemberdayaan ekonomi.

Ia mengatakan, perjalanan KSP Kopdit Solidaritas yang berdiri sejak 10 Februari 1991 menunjukkan bahwa koperasi kredit mampu bertahan dan berkembang selama lebih dari tiga dekade.

Keberadaan lembaga tersebut tidak hanya menjadi bagian dari sektor keuangan, tetapi juga berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sistem keuangan berbasis keanggotaan.

Yeremias menjelaskan, konsep credit union berawal dari Jerman pada masa Revolusi Industri sebagai solusi menghadapi persoalan kemiskinan dan meningkatnya angka pengangguran.

Model tersebut kemudian berkembang ke berbagai negara, termasuk Indonesia dan Nusa Tenggara Timur, dengan mengedepankan prinsip saling membantu, tanggung jawab bersama, dan pemberdayaan anggota.

Menurut Yeremias, kekuatan credit union terletak pada kedekatan dengan masyarakat. Nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa memiliki menjadi modal utama yang membuat koperasi kredit mampu bertahan menghadapi berbagai perubahan zaman.

Yeremias juga mengungkapkan sejarah berdirinya KSP Kopdit Solidaritas yang berawal dari Paroki Santa Maria Assumpta Kupang. Gagasan pembentukan koperasi muncul setelah pastor paroki sering menerima permintaan bantuan keuangan dari umat.

Kondisi tersebut kemudian mendorong lahirnya lembaga dengan sistem pengelolaan yang lebih terarah agar kebutuhan pembiayaan masyarakat dapat dilayani secara berkelanjutan.

Dari sebuah kantor sederhana di depan Gereja Santa Maria Assumpta, KSP Kopdit Solidaritas terus berkembang dengan memperluas jaringan pelayanan, meningkatkan aset, serta menambah jumlah anggota.

Pada periode kepengurusan 2023–2025, jumlah anggota mencapai sekitar 12.500 orang dan diperkirakan terus bertambah.

Yeremias menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan manajemen modern yang tetap berpijak pada prinsip koperasi. Setiap anggota memiliki hak yang sama sebagai pemilik sekaligus pengguna layanan, saling membantu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi, serta memperoleh pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) sesuai ketentuan koperasi.

Perkembangan KSP Kopdit Solidaritas dalam beberapa tahun terakhir juga didukung oleh modernisasi tata kelola, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada anggota.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya saing koperasi di tengah perubahan zaman.

“Untuk masyarakat NTT, koperasi kredit bukan hanya tempat menyimpan dan meminjam uang, tetapi menjadi wadah membangun solidaritas, kemandirian, dan kekuatan ekonomi bersama,” ujarnya.

Sejumlah kisah sukses anggota yang berkembang bersama KSP Kopdit Solidaritas menjadi bukti bahwa koperasi kredit tetap relevan sebagai lembaga keuangan berbasis solidaritas yang mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur.