Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi melepas Pawai Kupang Bertakbir Session 3 di Bundaran Tirosa, Kota Kupang, Jumat (20/3/2026).
Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin Ustad Irfan Nudin. Pawai takbiran ini merupakan inisiasi generasi muda Islam Kota Kupang yang tergabung dalam sejumlah komunitas, antara lain Beta Hijrah Community, PRIMA, dan PHBI Kota Kupang.
Untuk itu, kegiatan ini membawa pesan toleransi, dengan menempatkan NTT dan Kota Kupang sebagai “rumah bersama”. Masyarakat lintas agama, termasuk pemuda gereja dan organisasi kepemudaan, turut diajak berpartisipasi menyambut pawai di berbagai titik.
Lebih dari 5.000 peserta ikut ambil bagian dalam pawai menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Pengamanan dilakukan oleh aparat dari Polda NTT dan Polresta Kupang Kota.
Tema kegiatan tahun ini adalah “Kasih di Hari yang Fitri”. Bundaran Tirosa dipilih sebagai titik start dan finish karena simbol patung yang melambangkan persaudaraan.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat NTT.
“Perayaan keagamaan harus menjadi milik bersama. Inilah wujud gotong royong dan persatuan di NTT,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan momentum hari raya yang berdekatan, yakni Idulfitri dan Hari Raya Nyepi, sebagai pengingat pentingnya saling menghormati antarumat beragama.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Kupang, Muhammad MS, menjelaskan bahwa kegiatan sempat direncanakan tidak digelar karena keterbatasan waktu dan faktor cuaca. Namun, atas inisiatif pemuda dan dukungan pemerintah daerah, acara akhirnya tetap terlaksana.
“Persiapan singkat, tapi hasilnya luar biasa. Ini bukti kebersamaan kita,” katanya.
Setelah sambutan, gubernur bersama tokoh agama dan pejabat daerah melakukan pemukulan beduk sebagai tanda dimulainya pawai takbiran.














