Religi  

Menyembuhkan yang Terluka dan Menabur Harapan

Kisah ini mengingatkan kita tentang kasih, belas kasihan, dan kuasa penyembuhan Yesus yang tak terbatas.

Dalam Injil Matius 9:32-38, mengisahkan tentang Yesus sedang berkeliling sambil mengajar, memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan segala macam penyakit dan kelemahan. Kisah ini mengingatkan kita tentang kasih, belas kasihan, dan kuasa penyembuhan Yesus yang tak terbatas. Ada beberapa poin penting yang relevan dari prikop injil hari bagi kehidupan kita sekarang ini.

1. Menyembuhkan yang Terluka

Dalam ayat 32-33 menceritakan tentang seorang bisu yang kerasukan setan dibawa kepada Yesus. Karena kasih dan cinta-Nya, Yesus menyembuhkan orang bisu. Ia menjadi sembuh dan berbicara dengan jelas. Peristiwa ini dilihat ebagai sebuah Mukjizat. Peristiwa ini menunjukkan bahwa tidak ada penyakit atau penderitaan yang terlalu besar bagi Yesus untuk disembuhkan. Dia memiliki kuasa yang mengatasi segala macam penyakit dankesulitan yang kita hadapi.

Kemungkinan besarbanyak kita yang merasa tak berdaya menghadapi masalah kesehatan, emosional, atau spiritual. Kita diingatkan bahwa dalam Yesus, ada harapan dan penyembuhan. Kita diajak untuk membawa segala luka dan kelemahan kita kepada-Nya. Kita percaya bahwa Dia dapat memulihkan dan menyembuhkan kita sepenuhnya.

2. Menghadapi Keraguan dan Kritik

Meskipun Yesus melakukan banyak mukjizat, tidak semua orang mendukung dan percaya kepada-Nya. Ayat 34 mencatat bahwa orang Farisi mengatakan, “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.” Tuduhan ini mencerminkan sikap skeptis dan penolakan terhadap Yesus. Peristiwa penolakan dan ketidakpercayaa sering kali dihadapi oleh Yesus dan para pengikut-Nya.

Sebagai pengikut Kristus, kita juga mungkin menghadapi keraguan, kritik, atau penolakan dari orang lain. Namun, kita dipanggil untuk tetap teguh dalam iman kita dan terus melakukan kebaikan, seperti yang dilakukan Yesus. Ingatlah bahwa pelayanan dan kasih kita kepada orang lain tidak selalu akan dihargai atau diterima dengan baik, tetapi tetaplah berpegang pada kebenaran dan kasih Kristus.

3. Melihat Kerumunan orang banyak Yesus tergerak hati oleh Belas Kasihan.

Ayat 36 mengatakan Bahwa Yesus melihat orang banyak dan tergerak oleh belas kasihan karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Pandangan Yesus yang penuh belas kasihan mengajak kita untuk melihat dunia dengan mata yang sama. Ada begitu banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan cinta, perhatian, dan dukungan.

Kita dipanggil untuk menjadi tangan dan kaki Yesus di dunia ini. Kita dipanggil untuk menunjukkan belas kasihan dan kasih kepada mereka yang membutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mengambil tindakan sederhana seperti mendengarkan, membantu, atau memberikan dukungan moral kepada mereka yang sedang berjuang.

4. Berdoa Untuk para Misionaris di Ladang Tuaian

Akhir dari bagian ini, ayat 37-38, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuhan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Yesus mengingatkan kita bahwa ada banyak misionaris yang dibutuhkan untuk bekerja di ladang Tuhan. Pada zaman sekarang ini pun, kita masih membutuhkan banyak misionaris untuk pelayanan yang sama. Maka kita perlu berdoa agar lebih banyak orang yang tergerak untuk melayani.

Sebagai murid Kristus, kita didorong untuk tidak hanya berdoa agar Tuhan mengirim pekerja, tetapi juga siap menjawab panggilan itu sendiri. Setiap dari kita memiliki peran yang dapat dimainkan dalam pekerjaan Tuhan, apakah itu dalam komunitas gereja, keluarga, atau lingkungan sekitar kita.

Sebagai kesimpulan dari Injil Matius 9:32-38, kita melihat gambaran Yesus sebagai gembala yang baik. Ia selalu penuh penuh belas kasihan, dan kuasa penyembuhan diberikan kepada semua orang. Dia mengajak kita untuk membawa luka kita kepada-Nya, menghadapi kritik dengan teguh, melihat dunia dengan belas kasihan, dan berdoa serta bekerja di ladang-Nya.