“Menyudahi Kabair”, Antologi Cerpen yang Memotret Realitas Sosial dan Budaya NTT

Buku setebal 100 halaman itu menghadirkan potret keseharian masyarakat dengan berbagai nilai budaya, persoalan sosial, serta dinamika kehidupan yang dekat dengan realitas.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK kembali menghadirkan program talkshow Bicara Buku Buku Bicara (B4) dengan membahas karya sastra berjudul Menyudahi Kabair karya Sayyidati Hajar. Program yang berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK, Minggu (12/7/2026), tersebut menghadirkan Yuventria M. Singatakai, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Kupang, sebagai narasumber.

Dalam diskusi tersebut, Thya menjelaskan bahwa Menyudahi Kabair merupakan antologi cerpen yang mengangkat latar budaya Timur, khususnya kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Buku setebal 100 halaman itu menghadirkan potret keseharian masyarakat dengan berbagai nilai budaya, persoalan sosial, serta dinamika kehidupan yang dekat dengan realitas.

Menurut Thya, buku tersebut memuat 12 cerita pendek yang masing-masing menyajikan sudut pandang berbeda mengenai kehidupan masyarakat, tradisi, hingga persoalan sosial yang berkembang di lingkungan sekitar.

Ketertarikan terhadap buku tersebut, kata Thya, muncul karena Menyudahi Kabair mampu menggambarkan budaya Timur dan kehidupan masyarakat NTT secara dekat serta relevan dengan kondisi sosial yang ada. Selain memperkenalkan kekayaan budaya lokal, karya tersebut juga menyampaikan berbagai pesan kehidupan yang menarik untuk dikaji melalui perspektif sastra.

Pembahasan dalam talkshow kemudian mengarah pada makna judul Menyudahi Kabair. Berdasarkan salah satu cerita dalam antologi tersebut, judul itu menggambarkan perjalanan seorang perempuan yang memilih merantau demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Dalam perjalanan hidupnya, tokoh utama menghadapi tekanan ekonomi hingga harus menjalani pekerjaan yang bertentangan dengan nilai moral yang diyakininya. Namun, titik balik terjadi ketika ia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan tersebut demi masa depan kedua anaknya.

Keputusan itu menjadi simbol keberanian untuk mengakhiri masa lalu dan memilih kehidupan yang lebih baik.

Melalui kisah tersebut, Menyudahi Kabair tidak hanya menyajikan cerita tentang perjuangan perempuan, tetapi juga menghadirkan pesan mengenai pengorbanan, tanggung jawab keluarga, serta harapan untuk memperoleh kehidupan yang lebih bermartabat.