Merayakan Warisan Santo Arnoldus Janssen

P. Apolynarius Wawo Koa, SVD, - Kepala SMA Santo Arnoldus Janssen.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Perayaan Puncak Pesta Santo Arnoldus Janssen di halaman depan SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang berlangsung meriah dengan tema “Menjadi Terang dan Diutus Untuk Menjadi Terang Bagi Semua Orang Dimana Saja Berada”. Perayaan tersebut mencerminkan semangat dan warisan besar Santo Arnoldus Janssen.

Dalam suasana penuh kegembiraan, keluarga besar sekolah merayakan dedikasi beliau melalui berbagai kegiatan yang menginspirasi, mulai dari doa bersama hingga refleksi tentang nilai-nilai kasih, pelayanan, dan pendidikan yang beliau tekankan. Pesta Santo Arnoldus Janssen bukan sekadar acara, melainkan perjalanan spiritual yang menguatkan langkah siswa untuk tumbuh menjadi pribadi penuh semangat, cinta kasih, dan siap berkontribusi pada dunia.

Pada Rabu, (15/1/2025), di ruang kerjanya, Kepala SMA Santo Arnoldus Janssen, P. Apolynarius Wawo Koa, SVD, menyampaikan kepada Radio TIRILOLOK bahwa makna pertama dari Pesta Santo Arnoldus Janssen adalah persaudaraan. Santo Arnoldus Janssen sangat menekankan persaudaraan melalui tiga serikat misi yang didirikannya, yaitu SVD, SSpS, dan SSpS-AP. Persaudaraan itu diwujudkan dalam cara-cara istimewa seperti makan bersama, doa bersama, dan rekreasi bersama.

Pater Aris menambahkan, sekolah SMA Santo Arnoldus Janssen mengadopsi spiritualitas persaudaraan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat menyelenggarakan triduum, kolaborasi antara peserta didik, guru, dan pegawai terlihat sangat jelas. Antusiasme mereka sangat tinggi, mencerminkan semangat persaudaraan yang diajarkan oleh Santo Arnoldus Janssen. Pada hari puncak, 15 Januari, guru dan pegawai serta siswa ikut terlibat dalam memasak dan menyiapkan makanan serta minuman untuk kebersamaan.

Kepala SMA Santo Arnoldus Janssen juga menjelaskan makna kedua dari perayaan sedang berlangsung, yaitu kedisiplinan. Santo Arnoldus Janssen sangat menekankan pentingnya disiplin dalam kehidupan, dan karena itu semua kegiatan yang dijalankan di SMA Santo Arnoldus Janssen tersebut tercapai berkat kedisiplinan yang ditanamkan kepada peserta didik dan seluruh keluarga besar sekolah.

Makna terakhir adalah solidaritas. Solidaritas yang ditunjukkan dalam berbagai bentuk, antara lain bakti sosial di masjid, gereja, dan kegiatan bakti sosial di lingkungan RT dan RW. Merupakan wujud nyata solidaritas dengan saudara-saudari dari berbagai agama serta masyarakat sekitar.

Pater Aris berharap keluarga besar SMA Santo Arnoldus Janssen terus menjalani kehidupan dengan disiplin, menghargai persaudaraan, dan menunjukkan solidaritas kepada sesama.

Santo Arnoldus Janssen lahir pada (5/11/1837) di Goch, Jerman, dan meninggal pada tanggal (15/1/1909) di Steijl, Belanda.