Pemprov NTT Dorong Koperasi Menjadi Penggerak Ekonomi Produktif dan Pembangunan Daerah

Pemprov NTT berharap "koperasi semakin memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi rakyat, memperluas akses pembiayaan produktif, serta menjadi bagia".n penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Oelamasi, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Jusuf Lery Rupidara, menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) XXXVII Puskopdit Bekatigade Timor Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Sekolah Lapangan Nekamese, Kabupaten Kupang, Sabtu (23/5/2026).

Dalam sambutannya, Lery Rupidara menegaskan bahwa koperasi kredit dan koperasi simpan pinjam harus mampu menjadi instrumen penggerak ekonomi produktif masyarakat, bukan sekadar tempat meminjam uang untuk kebutuhan konsumtif.

“Kami berharap khusus koperasi kredit atau koperasi simpan pinjam, simpan pinjam bukan tujuan akhir. Pinjaman yang diberikan benar-benar digunakan untuk hal-hal produktif,” ujarnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini Nusa Tenggara Timur masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari rendahnya pendapatan per kapita masyarakat, tingginya angka kemiskinan ekstrem, stunting, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.

Padahal, menurutnya, NTT memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dan strategis di tingkat nasional.

“NTT memiliki potensi yang luar biasa. Kita masuk dalam peringkat nasional untuk komoditas seperti kopi, kakao, jambu mete, garam, sapi, rumput laut, jagung, pariwisata, hingga energi baru terbarukan,” kata Lery.

Karena itu, ia menilai seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam membangun daerah, termasuk koperasi, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat luas.

“Yang membangun NTT ini bukan hanya birokrasi. Pemerintah bukan semata-mata birokrasi. Birokrasi hanya salah satu alat untuk menjaga stability yang memang menurut hakikatnya harus dijaga. Yang membangun NTT adalah kita semua baik pemerintah, swasta, dunia usaha, perguruan tinggi, koperasi, dan masyarakat,” tegasnya.

Lery juga menyoroti struktur ekonomi NTT yang menurutnya masih bertumpu pada sektor ekonomi ekstraktif dan belum sepenuhnya mengembangkan ekonomi kreatif secara optimal.

Menurutnya, masih banyak potensi ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat dan membuka peluang kerja baru.

“Ekonomi NTT saat ini masih banyak bertumpu pada ekonomi ekstraktif. Padahal ada begitu banyak peluang ekonomi kreatif yang belum berkembang secara maksimal,” ujarnya.

Melalui momentum RAT ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap koperasi semakin memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi rakyat, memperluas akses pembiayaan produktif, serta menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.