Pertumbuhan Ekonomi Tetap Positif di Tengah Deflasi

Perkembangan inflasi di NTT.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengadakan konferensi pers mengenai inflasi di Aula Kantor BPS NTT pada Selasa, (1/10/2024).

Dalam sambutannya, Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, S.Si., M.Si, menyampaikan bahwa pada bulan September 2024, Provinsi NTT mengalami deflasi sebesar 0,03%. Ini merupakan deflasi kedelapan di tahun ini, dengan deflasi lebih banyak terjadi dibandingkan inflasi.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, deflasi terutama disebabkan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatat deflasi sebesar 0,15% dengan andil minus 0,06%.

Selanjutnya, Ketua BPS NTT juga menambahkan untuk inflasi tahun ke tahun (YONY) pada September 2024 tercatat sebesar 1,06%. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi year on year bulan Agustus yang mencapai 1,22%. Inflasi tahun ke tahun masih berada di bawah target pemerintah yang ditetapkan pada 2,5% plus minus 1%.

Meskipun menghadapi kondisi iklim yang ekstrem, NTT tetap menunjukkan potensi sebagai daerah kaya sumber daya alam, terutama dalam produksi pangan lokal seperti ubi, jagung, sorgum, dan kacang-kacangan.