Pesan Pertobatan dan Harapan dalam Misa Minggu di Liliba

Romo Tommy mengajak "umat Katolik untuk memahami makna pertobatan dan Paskah sebagai perjalanan menuju hidup baru."

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Misa di Stasi YMY Liliba berlangsung pada Minggu, (22/3/2026). Perayaan Misa kedua yang dimulai pukul 08.00 WITA dipimpin oleh Romo Tommy.

Dalam homilinya, Romo Tommy mengajak umat untuk memahami makna pertobatan dan Paskah sebagai perjalanan menuju hidup baru. Ia menegaskan bahwa masa Prapaskah merupakan kesempatan bagi umat untuk mengakui dosa serta membuka hati kepada Tuhan.

“Pertobatan sejati tidak berhenti pada ritus liturgi, melainkan harus menghadirkan perubahan batin yang mendalam,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap pribadi dipanggil untuk meninggalkan kebiasaan lama dan melangkah bersama Kristus dari kubur menuju kebangkitan.

Lebih lanjut, Romo Tommy menjelaskan kisah kebangkitan Lazarus sebagai gambaran kasih dan empati Yesus terhadap penderitaan manusia. Ia menjelaskan bahwa Yesus menunjukkan sisi kemanusiaan-Nya melalui air mata saat menghadapi kematian sahabat-Nya.

“Kisah ini menampilkan bahwa Yesus sungguh hadir dalam penderitaan manusia,” ujarnya.

Menurut Romo Tommy, kuasa ilahi tampak ketika Lazarus yang telah wafat selama empat hari dibangkitkan kembali. Ia menegaskan bahwa kematian digambarkan sebagai tidur, yang berarti bagi orang beriman, kematian hanyalah perhentian sementara sebelum memasuki kehidupan baru.

Romo Tommy juga mengajak umat memahami makna simbol batu penutup kubur sebagai lambang dosa, kesombongan, dan kebiasaan buruk dalam diri manusia.

“Perintah untuk mengangkat batu adalah ajakan untuk bertindak nyata, meninggalkan dosa tanpa penundaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, seruan agar Lazarus keluar merupakan panggilan untuk meninggalkan kegelapan dan melangkah menuju terang kehidupan.

Dalam refleksinya, Romo Tommy juga menegaskan bahwa peristiwa kebangkitan Lazarus menjadi awal perjalanan menuju salib. Ia menyampaikan bahwa tindakan memberi kehidupan justru membuka jalan menuju penderitaan yang akan dihadapi Yesus.

“Pesan iman ini menegaskan bahwa kehidupan sejati sering kali ditempuh melalui penderitaan, dan iman kita diuji melalui keberanian menghadapi setiap persoalan bersama Tuhan,” ujarnya.

Kebangkitan Lazarus sendiri merupakan mukjizat besar yang dilakukan Tuhan Yesus, saat ia dibangkitkan setelah empat hari kematiannya.