Rayakan Hari Buku Nasional, Perpustakaan Pusat UNWIRA Gelar Lomba Resensi Buku

Dalam rangka menyemarakkan Hari Buku Nasional yang jatuh setiap tanggal 17 Mei, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Pusat Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menggelar lomba resensi buku antar mahasiswa.

Para finalis lomba resensi buku berpose bersama dewan juri

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Dalam rangka menyemarakkan Hari Buku Nasional yang jatuh setiap tanggal 17 Mei, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Pusat Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menggelar lomba resensi buku antar mahasiswa. Bertema “Revitalisasi Kesadaran Mahasiswa dalam Membaca Buku di Era Digital”, perlombaan itu berpuncak pada Jumat (17/5).

Ketua Panitia, Damianus Dami, S.Ptk dalam laporannya memaparkan tujuan penyelenggaraan lomba resensi buku tersebut yakni untuk memupuk dan meningkatkan minat baca pemustaka serta mempromosikan e-library atau perpustakaan digital UNWIRA.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses pelaksanaan lomba telah berlangsung sejak Maret lalu, yakni melalui proses pendaftaran pada 27 Maret-7 April, yang dilanjutkan dengan pengumpulan naskah pada 18-21 April dan penilaian dewan juri pada 23 April-06 Mei. Sementara pengumuman finalis pada tanggal 14 Mei dan sesi final pada 17 Mei.

Adapun sebanyak 10 peserta yang lolos ke babak final terdiri dari 8 mahasiswa Fakultas Filsafat dan 2 mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Para finalis mempresentasikan karya resensi mereka di hadapan 3 dewan juri, yaitu P. Peter Tan SVD, Dra. Theresia Wariani, M.Pd., dan Fr. Paulus B. Tukan SVD.

Mewakili para juri, P. Peter Tan SVD menyebut bahwa membaca buku merupakan kegiatan reseptif, yakni kegiatan menerima dan mengonsumsi isi bacaan. Di samping reseptif, ada kegiatan produktif berupa menulis. Menurutnya, penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Pembaca yang baik adalah penulis yang baik.

Sementara ia juga menjuluki penulis tanpa membaca adalah penulis gizi buruk, sebab penulis itu tidak memperoleh nutrisi dari bahan bacaan sehingga gagal menemukan ide-de baru. Sedangkan pembaca tanpa menulis diibaratkannya sebagai pembaca mandul, yang hanya mengumpulkan informasi tanpa mengurai kembali informasi itu secara kritis dalam sebuah tulisan. Karena itu ia menegaskan bahwa kegiatan membaca dan menulis harus selalu terjalin bersama.

Rangkaian acara final ditutup dengan pengumuman kejuaraan, di mana pemenang pertama jatuh kepada Severius Devinto Lisu, disusul Yohana S. Reinnamah yang menyabet juara kedua, Angela Letisia Beda meraih juara ketiga, Aldy Gebi Dasilva Belo sebagai juara keempat, dan Fransiskus E. Roing Turu sebagai juara kelima.