Transformasi Digital Membuka Peluang Baru bagi Pengembangan Koperasi

Transformasi Digital Koperasi Membangun Koperasi Modern yang Berdaya Saing.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Transformasi Digital Membuka Peluang Baru bagi Pengembangan Koperasi

Radio TIRILOLOK bekerja sama dengan KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang menggelar talkshow bertema “Transformasi Digital Koperasi Membangun Koperasi Modern yang Berdaya Saing”.

Kegiatan yang berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK, Sabtu (11/7/2026), menghadirkan Dr. Ir. Silvester Tena, S.T., M.T., IPM., mantan pengurus Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang, sebagai narasumber.

Dalam dialog interaktif tersebut,Silvester Tena mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi anggota Kopdit Solidaritas sejak 2008. Selama aktif di organisasi, ia pernah menjabat sebagai Ketua Pengawas dan Sekretaris Pengurus sebelum memutuskan melanjutkan pendidikan.

Meski tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan, ia mengatakan tetap aktif sebagai anggota dengan menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT), termasuk saat pelaksanaannya dilakukan secara daring pada masa pandemi Covid-19.

Silvester Tena menjelaskan, transformasi digital di Kopdit Solidaritas sebenarnya telah dirintis sejak beberapa tahun lalu.

Namun, pandemi Covid-19 menjadi momentum yang mempercepat penerapan teknologi sehingga pengembangan layanan dan sistem digital berlangsung lebih cepat, ujarnya.

Ia menuturkan, transformasi tersebut ditandai dengan penyediaan infrastruktur rapat daring, pengembangan layanan berbasis digital, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Meski demikian, penguatan kompetensi di bidang teknologi informasi masih menjadi kebutuhan utama karena wilayah pelayanan Kopdit Solidaritas mencakup Pulau Timor, Flores, dan Sumba.

Menurut Silvester Tena, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi perlu menjadi perhatian pengurus dan pengawas guna memperkuat kelembagaan sekaligus memastikan layanan digital dapat berjalan optimal di seluruh wilayah kerja.

Silvester Tena juga mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi digital koperasi terus berkembang. “Namun, tingkat pemanfaatannya oleh anggota masih relatif rendah karena edukasi lebih banyak dilakukan di Kota Kupang, sementara anggota di wilayah Timor Tengah Utara, Flores, dan Sumba belum memperoleh pendampingan secara merata”, ujarnya.

Padahal, kata dia, kepemilikan telepon pintar berbasis Android telah menjangkau hingga desa-desa. Dengan sosialisasi dan pendampingan yang lebih luas, pemanfaatan layanan digital koperasi diyakini akan meningkat secara signifikan.

Salah satu layanan digital yang telah dimanfaatkan anggota adalah aplikasi Credit Union Business Payment (CUBP). Aplikasi tersebut telah digunakan selama beberapa tahun dan mendukung berbagai kebutuhan transaksi anggota.

Ia menegaskan, keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan agar seluruh anggota mampu memanfaatkan layanan digital secara efektif, aman, dan optimal.