Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL Dalam perayaan Triduum hari ketiga St Yosef Freinademetz, Br. Renold Siga, SVD mengajak umat Allah merenungkan misionaris Serikat Sabda Allah yang dikenal luas di Tiongkok dengan nama Fu Shengfu.
Perayaan itu berlangsung di Kapela Biara Bruder Gregorius (BBG) pada 28/01 pukul 18:30 WITA dengan tema utama “Santo Yosef Freinademetz: Sang Penabur Sejati”, refleksi ini menegaskan kembali makna panggilan kristiani sebagai sebuah anugerah sekaligus tugas perutusan untuk mewartakan Sabda Allah kepada seluruh dunia.
Dalam renungannya, Br. Renold menegaskan bahwa panggilan untuk mengikuti Tuhan bukanlah kehendak manusia semata, melainkan inisiatif Allah sendiri yang memilih dan mengutus seseorang demi keselamatan banyak orang.
Baginya, hal itu menjadi tugas pokok setiap pengikut Kristus termasuk Santo Yosef Freinademetz yang menyadari sepenuhnya makna panggilan tersebut.
Br. Renold juga menjelaskan refleksi nama “Yosef” yang dimaknai melalui lima nilai utama: Ia menuturkan lima nilai itu secara berurutan yakni Yes (kesediaan menjawab panggilan Tuhan), Obedience (ketaatan), Sacrifice (pengorbanan), Endurance (ketahanan), dan Fidelity (kesetiaan).
Selanjutnya, Br. Renold menegaskan bahwa kesediaan St. Yosef ditunjukkan melalui ketaatan tulus kepada Allah dan kepada Santo Arnoldus Janssen yang mengutusnya ke tanah misi.
Ia rela mengorbankan rumah, keluarga, bangsa, bahkan tanah kelahirannya di Tirol, Austria. Pengorbanan itu dijalaninya dengan daya tahan rohani yang kuat melalui doa, Ekaristi, dan kerendahan hati, serta dengan kesetiaan penuh pada pilihan hidupnya sebagai misionaris.
Pada akhir renungan, Br. Renold menjelaskan arti nama mandarin Fu Shengfu yang dikenakan pada St. Yosef Freinademetz. Ia menuturkan bahwa karakter Fu melambangkan nasib baik, kebahagiaan, dan berkat. Santo Yosef merasa dirinya “bernasib baik” karena dituntun Tuhan ke Tiongkok, tanah misi yang sangat ia rindukan.
Meski menghadapi banyak kesulitan, ia tetap hidup dalam sukacita, sebagaimana ungkapannya yang terkenal, “Salib adalah rezeki harian seorang misionaris.”
Selanjutnya, kegiatan ditutup acara makan malam dan rekreasi bersama di Komunitas BBG dan asrama putri St. Arnoldus Janssen.














