Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Perayaan menyongsong 150 tahun Serikat Sabda Allah/SVD (Societas Verbi Divini) terus dilakukan oleh berbagai lembaga yang menjadi bagian dari misi pelayanannya.
Kongregasi yang didirikan oleh St. Arnoldus Janssen pada 1875 itu, telah berkarya di puluhan negara dan merambah ke berbagai bidang, termasuk pendidikan.
Di Indonesia sendiri, SVD memulai perjalanannya sejak tahun 1912 dan salah satu karya misinya dalam dunia pendidikan ialah kehadiran Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang yang berdiri pada tahun 1982.
Sebagai perguruan tinggi di bawah pengelolaan Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus (YAPENKAR) Kupang, UNWIRA juga terlibat aktif dalam rangkaian acara menyambut perayaan akbar 150 tahun SVD yang akan berpuncak pada September mendatang.
Sejumlah program terdahulu yang telah digelar UNWIRA dan YAPENKAR dalam agenda besar itu, yakni pembersihan pantai dan pengobatan gratis bagi masyarakat.
Tak hanya itu, pada Senin (25/08), UNWIRA menyelenggarakan pementasan drama, tari, dan musik dengan tajuk “Tulang-Tulang Misi” yang mengangkat kisah perjalanan awal para misionaris SVD di Indonesia, khususnya di NTT.
Bertempat di Aula St. Maria Immaculata Kampus Penfui, pementasan tersebut merupakan karya kolaboratif mahasiswa Program Studi Pendidikan Musik UNWIRA yang juga melibatkan beberapa Frater Claretian (CMF).
Sutradara pementasan, Maria Prisilya Purnamalon, S.Pd., M.Pd kepada Radio TIRILOLOK, menyebut bahwa pihaknya berharap agar melalui pagelaran tersebut, semua elemen yang berada dalam lingkaran SVD dapat meneladani karakter para misionaris yang digambarkan di dalamnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti spirit misionaris barat yang kendati menghadapi berbagai tantangan saat tiba di tanah misi, khususnya Lahurus (Belu) dan Flores, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk mewartakan Sabda Allah kepada umat setempat. Diharapkannya agar roh misi itu turut hidup di dalam diri setiap insan manusia.
Sementara itu, sebagai tanda sukacita menjelang 150 tahun SVD, seusai pementasan, sejumlah biarawan/biarawati dari kongregasi lain menyampaikan harapan mereka akan eksistensi SVD ke depan.
Sr. Elfriana G. Susu, CM berharap agar SVD senantiasa mampu untuk terus menjadi pembawa terang ke seluruh penjuru dunia dan hendaknya semangat St. Arnoldus tetap hidup dalam hati semua orang.
Di sisi lain, Sr. Adriani Leki Fallo, SSpS mengharapkan bahwa momentum 150 tahun SVD ini menjadi pijakan kuat untuk melangkah menuju masa depan, agar api misi terus menyala dalam hati kaum muda, para awam, dan semua yang terlibat dalam karya SVD.
Seorang biarawan Claretian, Fr. Darvis Tarung, CMF menyerukan agar misionaris SVD dapat semakin bersemangat dalam pelayanan ke depan, dengan terus mendekatkan diri kepada umat dan masyarakat.
Adapun runtutan agenda perayaan 150 tahun SVD oleh UNWIRA dan YAPENKAR itu, akan ditutup dengan sebuah seminar yang rencananya digelar pada akhir Agustus nanti.














