Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis menghadiri sekaligus membuka kegiatan Filosi Robotic Competition 2026 tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan Expo Perguruan Tinggi se-Nusa Tenggara Timur yang berlangsung di Aula BPVP Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi robotika pertama dan terbesar di Nusa Tenggara Timur yang mempertemukan pelajar, mahasiswa, pemerintah, serta komunitas teknologi dalam semangat pengembangan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Dalam era digital saat ini, kemampuan berpikir kritis, kreatif, pemecahan masalah, serta penguasaan teknologi menjadi kompetensi penting bagi generasi muda. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis STEM mampu meningkatkan keterampilan abad ke-21, termasuk kreativitas, literasi sains, dan kemampuan problem solving siswa.
Salah satu implementasi STEM yang dinilai efektif adalah pembelajaran robotika dan Internet of Things (IoT). Melalui robotika edukatif, siswa dapat menerjemahkan konsep sains dan matematika ke dalam praktik nyata melalui eksperimen dan rekayasa teknologi.
Melihat pentingnya penguatan pendidikan teknologi di daerah, terutama di Nusa Tenggara Timur yang masih menghadapi keterbatasan akses dan sumber daya manusia di bidang teknologi, Logosi Institute di bawah naungan PT Filosi Exider Inovasi berinisiatif menyelenggarakan kompetisi robotik dan expo teknologi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi di NTT.
Selain kelas robotik, Logosi Institute juga mengembangkan berbagai program pelatihan teknologi seperti teknisi laptop dan handphone, Microsoft Office, web programming, hingga Desain Komunikasi Visual. Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknis masyarakat yang semakin dibutuhkan di era modern.
Kompetisi robotik ini diikuti pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK se-Kota Kupang, sementara expo teknologi diikuti perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah pembinaan kreativitas, inovasi, dan pengembangan kemampuan teknologi bagi generasi muda.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara karena telah menghadirkan kegiatan positif yang berorientasi pada masa depan generasi muda.
Menurut Serena Francis, kegiatan robotik menjadi langkah penting agar anak-anak muda di Kota Kupang dan NTT tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi global.
“Kita tidak boleh meninggalkan budaya, tetapi kita juga harus berani melihat masa depan. Teknologi akan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat ke depan,” ujar Serena Francis.
Ia mengatakan, kompetisi robotik menjadi bukti bahwa anak-anak muda NTT memiliki potensi besar dalam bidang inovasi dan teknologi.
“Hari ini bukan sekadar lomba robotik, tetapi tanda bahwa anak-anak muda kita mampu menjadi pencipta, inovator, dan solusi bagi daerahnya sendiri,” katanya.
Serena Francis juga mengingatkan generasi muda agar bijak menggunakan Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu belajar, namun tidak boleh menggantikan kreativitas dan kemampuan berpikir manusia.
“AI boleh digunakan untuk membantu mencari ide, tetapi jangan sampai kita bergantung sepenuhnya. Anak-anak muda NTT harus tetap menjadi pribadi yang kreatif dan mampu menciptakan teknologi,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur PT Filosi Exider Inovasi, Erwin Alexander mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari kepedulian terhadap perkembangan teknologi di NTT yang dinilai masih tertinggal dibanding daerah lain.
Menurutnya, pengembangan pendidikan teknologi membutuhkan kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa teknologi adalah hal penting yang harus dipersiapkan sejak sekarang. Karena itu, kami menghadirkan Filosi Robotic Competition dan Expo sebagai gerakan bersama untuk pendidikan teknologi di NTT,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya budaya inovasi dan pengembangan teknologi di Nusa Tenggara Timur.














