Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – SMA Katolik Syuradikara Ende – lembaga pendidikan sekolah menengah di bawah pengelolaan Serikat Sabda Allah (SVD/Societas Verbi Divini) – kembali mencatatkan namanya pada papan torehan prestasi di tingkat Provinsi NTT.
Kali ini, sekolah yang berdiri sejak 1953 itu, menyabet piala Juara III Lomba Debat Bahasa Inggris antar SMA se-Provinsi NTT.
Berlangsung di Hotel Silvya Premiere Kupang pada Jumat (17/07), tim Debat SMAK Syuradikara yang sebelumnya terpilih mewakili Kabupaten Ende tersebut, berhasil membuktikan kompetensinya di kompetisi bergengsi itu.
Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, guru pendamping SMAK Syuradikara, Elisabeth Gobhe, S.Pd menyebut bahwa tim asuhannya telah melakukan proses persiapan sejak Mei lalu, sembari menantikan kepastian waktu pelaksanaan lomba di tingkat provinsi.
Di tengah beragam pelatihan yang intensif, Elisabeth mengakui bahwa pihaknya mendapatkan dukungan penuh dari sekolah, termasuk harapan akan keberhasilan mengharumkan nama Kabupaten Ende di kancah NTT.
Lebih lanjut, Elisabeth memaknai penyelenggaraan lomba tersebut sebagai ruang yang baik dalam mengembangkan minat dan bakat siswa di bidang Debat Bahasa Inggris, terutama untuk menerapkan dan membagikan aneka pengetahuan dan pengalaman kepada lebih banyak peserta didik lain di SMAK Syuradikara.
Ia berharap bahwa melalui ajang itu, para peserta yang datang dari berbagai kota dan kabupaten di NTT, dapat kian meningkatkan keterampilan dalam Debat Bahasa Inggris sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, sehingga mampu menaikkan kualitas diri di kemudian hari.
Sementara itu, salah seorang perwakilan SMAK Syuradikara, Januario Faustin Maghi, mengapresiasi pagelaran lomba tersebut sebagai ruang untuk mengembangkan bakat para pelajar SMA di NTT.
Secara khusus, ia menyampaikan bahwa timnya telah berupaya untuk membangun kekompakan lewat pelatihan yang tekun dan konsisten, demi menciptakan koneksi emosional yang dinilainya sangat penting dalam mewujudkan sinergi yang baik.
Adapun SMAK Syuradikara Ende dikenal dengan visi “Pencipta Pahlawan Utama”, dengan sejumlah misi, yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat NTT baru, yang terbebas dari belenggu ketidaktahuan, kebodohan, kemiskinan, ketidakadilan, penindasan atas gender, dan ketakutan SARA.














