Workshop Seni Pertunjukan Teater SATU Timor, Melahirkan Bakat Baru di NTT

Worskhop Seni Pertunjukan untuk Pentas Musikalisasi dan Darmatisasi Puisi.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Teater SATU Timor mengadakan Workshop Seni Pertunjukan untuk Pentas Musikalisasi dan Darmatisasi Puisi pada Sabtu (8/6/2024) di Taman Budaya Gerson Poyk Oepoi Kupang.

Ada sebanyak empat narasumber yang membahas tentang karya Pentas Musikalisasi dan Dramatisasi Puisi, yaitu Decky Seo, Frans Go, Ragil Sukriwul, dan Abner Raya Midara.

Pada kesempatan itu, Direktur Yayasan Felix Maria Go, Ir. Fransiskus Go, SH., menyampaikan kepada Radio TIRILOLOK bahwa pentingnya mengapresiasi kegiatan budaya pada anak muda saat ini dan menjaga serta merawat karya seni anak NTT agar dapat sejajar dengan karya seni anak bangsa lainnya.

Sementara itu, Sutradara Teater SATU Timor, Decky Seo, menjelaskan bahwa karya yang ditampilkan merupakan trilogi dalam rangka perayaan HUT Sanggar ke-32 yang telah berlangsung sejak tahun 1992 hingga sekarang. Mereka mulai merekrut anak-anak dengan harapan agar dapat membuat film di masa depan menjadi lebih baik. Perkembangan seni di NTT sangat membanggakan dan diapresiasi oleh penonton, serta Frans Go turut berperan serta dalam memberikan dana untuk mendukung kegiatan seni tersebut.

Decky Seo berharap bisa menemukan aktor-aktor berbakat dengan keterampilan tinggi untuk memberikan pertunjukan seni yang fenomenal. Mereka akan menghadirkan pertunjukan drama dan teater lainnya di bulan Desember nanti dengan kualitas yang tinggi.

Teater SATU Timor menampilkan beberapa karya antara lain “Mama Jangan Mati” karya Ati Dulang, “Kepada Umbu” karya Abner Raya Midara, dan “Pantun Gagal” karya Ragil Sukriwul.