171 Warga Binaan Rutan Ruteng Berpotensi Dipindahkan ke Bajawa Pascagempa

Ditjen Pemasyarakatan NTT juga tengah menyiapkan pengajuan anggaran tanggap darurat untuk mendukung pemulihan Rutan Ruteng.

Ruteng, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Ruteng, Kabupaten Manggarai, mengalami kerusakan lebih dari 50 persen akibat gempa yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat keselamatan warga binaan dan petugas menjadi perhatian utama.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTT, Decky Normansyah, mengatakan kondisi bangunan Rutan Ruteng membutuhkan penanganan segera karena sejumlah bagian mengalami kerusakan.

Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara bersama wartawan di ruang kerjanya, Rabu, (19/8/2026).

Menurut Decky, dari empat unit pelaksana teknis pemasyarakatan di Flores, yakni Lapas Ende, Lapas Maumere, Rutan Bajawa, dan Rutan Ruteng, hanya Rutan Ruteng yang mengalami kerusakan signifikan akibat gempa.

Sementara itu, Rutan Bajawa masih dalam kondisi aman dan menjadi salah satu opsi untuk lokasi relokasi sementara warga binaan dari Rutan Ruteng.

Sebanyak 171 warga binaan berpotensi dipindahkan ke Rutan Bajawa apabila akses jalan Ruteng-Bajawa kembali dapat dilalui serta kapasitas dan persyaratan teknis memungkinkan.

“Dari empat UPT pemasyarakatan yang ada di Flores, hanya Rutan Ruteng yang mengalami kerusakan cukup signifikan. Karena itu, Rutan Bajawa menjadi salah satu opsi untuk relokasi sementara,” ujarnya.

Meski mengalami kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sejumlah warga binaan mengalami luka ringan akibat tertimpa puing bangunan. Sementara itu, kebutuhan makanan dan pelayanan dasar bagi warga binaan tetap dipenuhi.

Ditjen Pemasyarakatan NTT juga tengah menyiapkan pengajuan anggaran tanggap darurat untuk mendukung pemulihan Rutan Ruteng. Penanganan kerusakan akan diawali dengan pemeriksaan teknis dan perhitungan tingkat kerusakan bersama instansi terkait sebelum kebutuhan anggaran ditetapkan.

Decky mengatakan kondisi Rutan Ruteng perlu segera ditangani menyusul dampak gempa yang terjadi.

“Dari kondisi gempa ini, kami melihat perlu ada penanganan segera terhadap Rutan Ruteng karena menyangkut keselamatan warga binaan dan petugas,” ujarnya.

Pembangunan atau perbaikan Rutan Ruteng diharapkan dapat dilakukan secepatnya. Pasalnya, pemindahan seluruh warga binaan ke Rutan Bajawa berpotensi menimbulkan kelebihan kapasitas di rumah tahanan tersebut.

Dengan demikian, relokasi ke Rutan Bajawa dipandang sebagai langkah sementara sambil menunggu penanganan dan pemulihan kondisi Rutan Ruteng.