Prosesi Jalan Salib Hidup Warnai Peringatan Jumat Agung di Paroki St. Petrus Lahurus

Umat Katolik Memperingati Sengsara dan Wafat Kristus.

Atambua, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Komunitas Orang Muda Katolik (OMK), bersama THS/THM, dan kelompok Misdinar Paroki St. Petrus Lahurus menggelar prosesi jalan salib hidup untuk memperingati sengsara dan wafat Kristus. Prosesi ini menempuh jarak sekitar 1 kilometer, dimulai dari pelataran Komunitas Biara PRR Ailomea Lahurus dan berakhir di pelataran Gereja Paroki St. Petrus Lahurus.

Kegiatan ini melibatkan para biarawan dan biarawati yang berkarya di wilayah Paroki St. Petrus Lahurus, serta umat paroki. Tablo jalan salib menjadi momentum reflektif bagi seluruh umat dalam mengenang penderitaan Kristus.

Prosesi ini berlangsung khidmat. Sepanjang perjalanan, banyak umat yang tersentuh oleh adegan-adegan yang diperagakan dan bahkan meneteskan air mata, meresapi penderitaan Kristus yang diperlihatkan secara nyata dalam bentuk drama hidup.

Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, pastor kapelan Paroki St. Petrus Lahurus, P. Stery Pantas, SVD, menjelaskan beberapa alasan mendasar mengapa peringatan jalan salib tahun ini dikemas dalam bentuk tablo. Pertama karena Paroki St. Petrus Lahurus sudah cukup lama tidak menjalankan prosesi jalan salib hidup. Kedua, dia menyampaikan bahwa paroki St. Petrus Lahurus memiliki banyak kelompok kategorial seperti OMK, THS/THM, dan misdinar yang perlu diberi ruang untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan menggereja. Melalui keterlibatan dalam tablo, umat khususnya kaum muda diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Pastor Kapelan juga menyampaikan harapannya agar setiap pribadi menggunakan bakat dan talenta yang dimiliki untuk memuliakan Tuhan. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan pengorbanan Kristus di kayu salib demi menebus dosa-dosa manusia, dan mendorong umat untuk bangkit dari keterpurukan hidup melalui pengalaman iman ini.

Sementara itu, Dominggus Tes, Pemeran tokoh Yesus dalam tablo mengungkapkan harapannya agar prosesi jalan salib ini menjadi sarana bagi umat untuk semakin mengandalkan Tuhan dan menempatkan-Nya sebagai prioritas utama dalam hidup.

Prosesi jalan salib hidup ini berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam.