Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Keuskupan Agung Kupang menggelar misa requiem untuk mengenang 40 hari wafatnya Mgr. Petrus Turang. Perayaan Ekaristi berlangsung di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang pada Rabu (14/05/2025). Perayaan ini dipimpin oleh RD. John Rusae dan dihadiri oleh para imam, biarawan-biarawati, serta umat Keuskupan Agung Kupang.
Dalam homilinya, RD. Dus Duka mengenang sosok Mgr. Petrus Turang sebagai pribadi yang tidak hanya gigih, tetapi juga sangat mencintai Gereja dan umatnya. Ia dikenal sebagai sosok yang tegas namun penuh kepedulian, serta bekerja keras demi pertumbuhan iman umat.
RD. Dus juga mengutip pernyataan Mgr. Petrus Turang, “Saya ingin gereja lokal menjadi gereja yang dewasa dan mandiri dalam iman.” Ia menjelaskan bahwa berdasarkan prinsip tersebut, dalam karya pastoralnya Mgr. Petrus senantiasa menekankan prinsip-prinsip sosial Gereja dengan landasan kuat pada keutamaan-keutamaan iman, sebagaimana yang dihidupi oleh Bunda Maria. Mgr. Petrus Turang selalu mengambil keputusan pastoral dalam semangat doa Rosario. Semangat ini tampak nyata dalam berbagai karya pastoralnya, mulai dari pembinaan para calon imam, perhatian terhadap kaum muda dan keluarga, hingga semangat membangun Gereja yang hidup dari iman.
Lebih lanjut, sembari mengutip sabda Yesus dalam Yohanes 15:13, “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya,” RD. Dus menyampaikan bahwa Mgr. Petrus telah mempersembahkan seluruh hidupnya demi Gereja dan umat. Ia telah menyerahkan nyawanya dalam bentuk pelayanan total dari hari ke hari hingga akhir hidupnya, di bawah panji episkopal pertransiit benefaciendo.
Di akhir homilinya, RD. Dus mengajak seluruh umat untuk meneladani dan melanjutkan jejak kasih yang telah diwariskan oleh Mgr. Petrus Turang. Ia juga mengajak umat untuk menjadikan hidup pribadi sebagai wujud kasih bagi sesama. RD. Dus berharap agar kenangan akan hidup Mgr. Petrus Turang tidak hanya menjadi sebuah nostalgia, melainkan menjadi pendorong bagi setiap orang untuk sungguh-sungguh hidup sebagai murid Kristus.
Mgr. Petrus Turang wafat pada 4 April 2025.














