Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mendampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam pembukaan Rapat Koordinasi Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat Kota Kupang yang digelar pada Jumat, 26 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD NTT, jajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Kupang, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Kasat Pol PP Kota Kupang, Kepala Dinas Perikanan Kota Kupang, para kepala SPPG, perwakilan yayasan, koordinator kecamatan SPPG, serta camat dan lurah se-Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dalam keadaan sehat serta memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sejak awal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari mitra yayasan, kepala SPPG, relawan, koordinator wilayah, hingga seluruh unsur pendukung lainnya.
Ia menegaskan bahwa program MBG merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia secara menyeluruh, mulai dari masa kehamilan, bayi, balita, remaja, hingga peserta didik jenjang SD, SMP, SMA, serta ibu hamil dan ibu menyusui. Program ini diarahkan untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Menurutnya, perhatian terhadap ibu hamil menjadi sangat penting karena manfaatnya dirasakan langsung oleh dua generasi sekaligus, yakni ibu dan bayi dalam kandungan. Selain itu, pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi fase paling menentukan dalam perkembangan otak, sistem saraf, dan organ tubuh anak.
“Setelah melewati usia dua tahun, kebutuhan gizi tetap penting untuk mendukung pertumbuhan massa otot, daya ingat, kecerdasan, dan kesehatan secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini telah beroperasi 42 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Kupang.
Program tersebut turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan dengan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp9 miliar setiap pekan, yang mengalir ke berbagai sektor lokal.
Selain itu, Pemerintah Kota Kupang telah membentuk Satuan Tugas MBG di 22 lokasi. Kota Kupang juga menjadi daerah pertama yang dua kali melaksanakan rapat koordinasi, baik secara internal maupun dengan melibatkan lintas sektor, termasuk peternakan, perikanan, dan pertanian.
Rapat koordinasi tersebut bertujuan memperkuat hubungan antara pemasok bahan baku dan pengelola SPPG agar rantai pasok kebutuhan pangan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pemerintah juga menekankan pengawasan kualitas pelaksanaan program. Inspeksi rutin akan dilakukan setiap bulan untuk memastikan kualitas makanan, kebersihan dapur, pengelolaan limbah, serta standar operasional tetap terjaga.
Menutup sambutannya, Wali Kota menegaskan pentingnya pemerataan penerima manfaat, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan layanan di Posyandu. Ia berharap distribusi bantuan gizi dapat semakin merata sehingga seluruh kelompok sasaran memperoleh manfaat secara optimal.














