Gubernur NTT Ajak Koperasi Perkuat Ekonomi Lokal

Gerakan koperasi diharapkan semakin kuat dan mampu mengambil peran lebih besar dalam produksi, pemasaran serta pengembangan ekonomi masyarakat.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena mengajak gerakan koperasi di NTT memperluas usaha ke sektor produksi dan pemasaran untuk memperkuat ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Melki saat menutup rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 tingkat Provinsi NTT dan Kota Kupang di Aula KSP Kopdit Solidaritas, Kamis (13/8/2026).

Dalam sambutannya, Melki Laka Lena mengatakan koperasi memiliki posisi penting dalam perekonomian karena berlandaskan asas kekeluargaan. Namun, koperasi dinilai perlu beradaptasi dengan tantangan ekonomi saat ini dan tidak hanya bergerak pada sektor simpan pinjam.

“Koperasi jangan hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam uang. Koperasi harus mendorong anggota menjadi pelaku usaha produktif, menghasilkan produk, mengembangkan usaha dan membuka akses pasar,” ujar Melki.

Menurut Melki Laka Lena, NTT memiliki potensi besar untuk mengembangkan produksi lokal. Berbagai kebutuhan sehari-hari seperti beras, gula, minyak goreng, sabun, pasta gigi dan sampo masih banyak didatangkan dari luar daerah.

“Ini peluang besar bagi koperasi untuk mendorong produksi lokal sehingga kebutuhan masyarakat NTT bisa dipenuhi dari dalam daerah sendiri,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTT juga mendorong penggunaan produk lokal. Melki menyebut ASN Pemprov NTT diarahkan membeli produk lokal dengan alokasi sekitar Rp100 ribu per bulan.

Dengan jumlah ASN sekitar 30 ribu orang, kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan pasar sekaligus memperbesar perputaran ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Melki Laka Lena juga mendorong koperasi membangun kerja sama dan menggabungkan kekuatan modal untuk mengembangkan unit produksi maupun usaha bersama.

“Koperasi tidak harus berjalan sendiri. Kekuatan modal dan usaha bisa digabung untuk membangun produksi bersama sekaligus memperkuat pemasaran,” ujarnya.

Ia menilai koperasi juga berpeluang menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan masyarakat dan industri, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Hal tersebut dinilai penting karena NTT masih mengalami defisit perdagangan antardaerah sekitar Rp50 triliun. Banyak kebutuhan masyarakat masih dipasok dari luar NTT sehingga potensi ekonomi lokal belum sepenuhnya berkembang.

“Kalau kebutuhan yang selama ini kita datangkan dari luar bisa diproduksi di NTT, koperasi dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mengurangi ketergantungan tersebut,” kata Melki.

Ia juga mendorong pengembangan sektor pertanian, peternakan dan industri pengolahan melalui koperasi. Produk lokal, kata dia, harus dikemas dengan baik agar mampu bersaing dan diterima pasar.

Melki Laka Lena berharap momentum Hari Koperasi ke-79 menjadi kesempatan bagi gerakan koperasi di NTT untuk mengevaluasi pola usaha sekaligus menyiapkan model bisnis yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Ketua Dekopinwil NTT Paulus Rante Tadun mengatakan peringatan Hari Koperasi menjadi momentum memperkuat gerakan koperasi agar terus berkembang dan memberikan manfaat bagi anggota serta masyarakat.

Dalam rangkaian Hari Koperasi ke-79, Dekopinwil NTT menggelar sejumlah kegiatan, di antaranya gerak jalan sehat, kunjungan kasih ke panti asuhan di Kota Kupang dan pendidikan bagi pengurus koperasi.

Paulus mengatakan NTT merupakan salah satu daerah dengan perkembangan koperasi yang cukup kuat. Sejumlah koperasi bahkan telah memiliki jaringan di berbagai wilayah Indonesia.

Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan untuk memastikan koperasi memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Dekopinwil NTT juga mendorong pengembangan konsep satu desa satu yang dapat diperkuat menjadi  satu produk koperasi.

“Kalau setiap koperasi memiliki produk unggulan dan dikembangkan secara berkelanjutan, NTT berpotensi menghasilkan ribuan produk yang bisa memperkuat ekonomi masyarakat dan daya saing daerah,” ujar Paulus.

Melalui momentum Hari Koperasi ke-79, gerakan koperasi di NTT diharapkan semakin kuat dan mampu mengambil peran lebih besar dalam produksi, pemasaran serta pengembangan ekonomi masyarakat.