Setahun Kolaborasi, Perumda Air Minum Kota Kupang Catat Capaian

Bukan lagi superman, kini jadi super team.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang mencatat sejumlah perkembangan dalam satu tahun kepemimpinan Direktur Utama Isidorus Lilijawa.

Peningkatan kapasitas produksi, perluasan jaringan distribusi, pertumbuhan sambungan rumah hingga strategi menekan kehilangan air menjadi bagian dari kinerja yang dipaparkan dalam konferensi pers bertajuk “Setahun di Jalan Kolaborasi, Kinerja Nyata” di Aula Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri wartawan, jajaran manajemen, kepala bagian, karyawan dan sejumlah pihak terkait.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengatakan perjalanan satu tahun kepemimpinannya tidak dilakukan seorang diri, tetapi melalui kerja bersama seluruh jajaran perusahaan dan mitra.

“Setahun ini tidak berjalan sendiri karena itu tema kita adalah setahun di jalan kolaborasi. Kita berjalan bersama-sama,” kata Isidorus Lilijawa.

Ia mengatakan, masa penugasan lima tahun merupakan perjalanan panjang sehingga membutuhkan kekuatan tim untuk mencapai target pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau mau jalan cepat, jalan sendiri-sendiri. Tapi kalau mau jalan jauh, mari kita jalan sama-sama,” ujarnya.

Menurut Isidorus Lilijawa, salah satu perubahan penting yang terjadi dalam satu tahun terakhir adalah terbentuknya tim kerja yang semakin solid. Ia menegaskan, perusahaan tidak boleh hanya bergantung pada figur tertentu, tetapi harus mengandalkan kekuatan seluruh pegawai.

“Selama setahun ini kami sudah menjadi satu tim kerja yang solid. Kita bukan lagi sekadar menemukan Superman di perusahaan ini, tapi kita sudah menjadi super team,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pegawai memperlakukan Perumda Air Minum Kota Kupang sebagai rumah kedua yang harus dijaga dan dicintai bersama.

“Karena itu saya mengajak teman-teman semua untuk mari kita cintai perusahaan ini, kita cintai rumah ini, kita terus lakukan yang terbaik untuk bisa melayani masyarakat Kota Kupang dari sisi penyediaan air bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Teknik Perumda Air Minum Kota Kupang, Elsy E. Bengu, ST., M.Eng, dalam pemaparan kinerja teknis menjelaskan, salah satu capaian yang cukup menonjol selama satu tahun terakhir adalah peningkatan jumlah unit produksi air.

Dari sebelumnya sebanyak 33 unit produksi, kini bertambah menjadi 43 unit. Artinya, terdapat penambahan 10 unit produksi dalam kurun waktu satu tahun.

Selain itu, panjang jaringan distribusi juga mengalami peningkatan signifikan, dari sekitar 148 kilometer menjadi 423 kilometer.

Menurut Elsy, peningkatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Perumda Air Minum Kota Kupang dengan berbagai pihak, termasuk mitra dan pengembang perumahan.

Peningkatan kapasitas dan jaringan tersebut turut mendorong pertumbuhan cakupan pelayanan. Berdasarkan data yang dipaparkan, cakupan pelayanan meningkat dari sekitar 18 persen menjadi sekitar 20 persen.

Meski mengalami peningkatan, Elsy mengakui masih terdapat kesenjangan pelayanan yang cukup besar karena sebagian wilayah Kota Kupang belum terjangkau jaringan distribusi air minum.

“Walaupun yang meningkat cukup signifikan, gap pelayanan, wilayah-wilayah yang belum terlayani atau terjangkau jaringan distribusi itu masih cukup banyak,” jelasnya.

Dari sisi pelanggan, pertumbuhan juga terlihat pada jumlah sambungan rumah aktif. Pada Oktober 2025, jumlah sambungan rumah aktif tercatat sebanyak 10.443 sambungan. Angka tersebut meningkat menjadi 11.942 sambungan pada Agustus 2026 atau bertambah sekitar 1.499 sambungan, dengan pertumbuhan sekitar 14,4 persen.

Pertumbuhan tersebut, kata Elsy, tidak terlepas dari kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang perumahan.

Sejumlah pengembang telah menyerahkan sistem air minum di kawasan perumahan mereka untuk dikelola Perumda Air Minum Kota Kupang. Dari kerja sama tersebut, perusahaan memperoleh tambahan sekitar 820 sambungan rumah aktif serta tujuh titik sumber air.

“Ini bentuk kami pikir bukan saja bentuk tantangan, tanggung jawab, tapi ini juga adalah berkat dan rezeki buat kami,” kata Elsy.

Namun, di tengah peningkatan kapasitas dan jaringan, Perumda Air Minum Kota Kupang masih menghadapi tantangan serius berupa tingginya tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW).

Elsy menjelaskan, air yang diproduksi tidak seluruhnya sampai kepada pelanggan. Sebagian dapat hilang akibat kebocoran jaringan maupun faktor lainnya. Bahkan, pada bulan tertentu tingkat kehilangan air disebut masih dapat mencapai lebih dari 40 persen.

Karena itu, Perumda menetapkan sejumlah strategi untuk menekan tingkat kehilangan air tersebut. Targetnya, tingkat NRW dapat ditekan hingga sekitar 25 persen pada 2026, kemudian di bawah 22 persen pada 2027 dan di bawah 20 persen pada 2028.

Strategi yang dilakukan antara lain mempercepat penanganan kebocoran, meningkatkan efisiensi operasi pompa, memberikan pelatihan mengenai NRW kepada petugas, menguji akurasi meter pelanggan serta mengganti meter yang rusak atau bermasalah.

Elsy mengatakan setiap laporan kebocoran harus segera ditindaklanjuti. Petugas ditargetkan melakukan pengecekan ke lokasi kurang dari 1×24 jam setelah menerima pengaduan.

“Ketika ada pengaduan yang datang, segera harus ditanggapi kurang dari 1×24 jam,” tegasnya.

Menurut Elsy, upaya menekan kehilangan air bukan hanya menjadi tanggung jawab Bagian Teknik, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh insan Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Kita kerja sama-sama untuk menurunkan tingkat kehilangan NRW sehingga kita perlu adanya capacity building soal penurunan NRW dan penggantian serta pengujian akurasi meter,” jelasnya.

Isidorus Lilijawa menegaskan, berbagai capaian tersebut belum menjadi akhir dari perjalanan perusahaan. Masih terdapat empat tahun masa penugasan yang harus dimanfaatkan untuk memperluas cakupan pelayanan, meningkatkan jumlah pelanggan dan memperluas jaringan distribusi.

Ia berharap akses air bersih dapat semakin dirasakan masyarakat Kota Kupang.

“Saya di sini penugasannya lima tahun, tapi teman-teman di sini berkarya sampai pensiun. Karena itu kadar kecintaan kepada perusahaan ini mestinya lebih banyak ada di diri para pegawai dan karyawan,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi yang dibangun, Isidorus optimistis Perumda Air Minum Kota Kupang dapat melakukan berbagai pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun-tahun berikutnya.

“Mudah-mudahan dengan waktu empat tahun tersisa kita bisa melakukan lagi hal-hal yang spektakuler, hal-hal yang luar biasa sehingga cakupan pelayanan kita semakin bertambah, pelanggan kita bertambah, jaringan kita bertambah, tentunya akses air bersih sudah bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Kupang,” pungkasnya.