Dorong Terciptanya Lingkungan Kampus yang Bebas Kekerasan, Satgas PPKPT UNWIRA Gelar Sosialisasi

Sebagai unit yang didirikan sesuai amanat Permendikbudristek Nomor 55 tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus, Satgas PPKPT UNWIRA menghimpun berbagai unsur Civitas Akademika UNWIRA untuk menjadi bagian di dalamnya, baik dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa-mahasiswi.

Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus oleh Satgas PPKPT UNWIRA

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, menyelenggarakan sosialisasi terkait penangkalan dan penindakan kekerasan bertema “Mewujudkan Kampus Aman, Berkarakter, dan Berintegritas melalui Pencegahan Kekerasan dan Kohabitasi”, pada Selasa (29/09).

Berlangsung di Auditorium St. Paulus Gedung Rektorat Kampus Penfui, kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama antara Satgas PPKPT UNWIRA dan Yayasan Ume Daya Nusantara, yang melibatkan perwakilan mahasiswa-mahasiswi UNWIRA dari berbagai Program Studi.

Ketua Satgas PPKPT UNWIRA, Mary G. M. Maran, S.H., M.H. dalam sambutannya, menegaskan bahwa pelaksanaan sosialiasi itu bertujuan untuk menciptakan dan menumbuhkan lingkungan kampus yang terhindar dari segala bentuk kekerasan. Sebagai agenda rutin, Satgas PPKPT berkomitmen menjadikan ruang tersebut sebagai momentum untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi akan pentingnya membentuk iklim akademik dan budaya kampus yang aman.

Sebagai unit yang didirikan sesuai amanat Permendikbudristek Nomor 55 tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus, Satgas PPKPT UNWIRA menghimpun berbagai unsur Civitas Akademika UNWIRA untuk menjadi bagian di dalamnya, baik dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa-mahasiswi.

Sementara itu, Wakil Direktur Yayasan Ume Daya Nusantara, Simon Sadi Open mengapresiasi keseriusan UNWIRA, melalui Satgas PPKPT yang sejak 2024 aktif membangun kolaborasi berkelanjutan dengan pihaknya, demi merealisasikan beragam aksi untuk mendukung kultur kampus yang inklusif.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Yayasan Ume Daya Nusantara secara konsisten mengembangkan aneka program yang memberikan perhatian penuh kepada masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus dan kerentanan tertentu, termasuk perempuan miskin, perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, anak-anak kelompok marginal, dan penyintas kekerasan. Sinergitas dengan Satgas PPKPT UNWIRA diharapkannya menjadi upaya yang baik untuk terus meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang perilaku anti kekerasan.

Komitmen serupa disampaikan Rektor UNWIRA, P. Dr. Stefanus Lio, SVD, S.Fil., M.A. yang menekankan bahwa seluruh Civitas Akademika UNWIRA harus memiliki panggilan yang sama dalam membina relasi ilmiah, dengan menyadari dan memahami pentingnya membangun lingkungan kampus tanpa budaya kekerasan.

Kepada para mahasiswa yang hadir, ia berpesan untuk mulai mengenali dan mengindentifikasi pelbagai bentuk kekerasan, baik verbal maupun nonverbal yang mungkin dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Ia mendorong setiap peserta sosialisasi itu untuk mendalami identitas kekatolikan yang hidup dalam lingkup UNWIRA melalui nilai-nilai kristiani, berdasarkan spiritualitas Santo Arnoldus Janssen.

Rektor UNWIRA berharap, sosialiasi itu dapat menjadi sarana untuk menghidupkan motto UNWIRA dan mengilhami Civitas Akademika UNWIRA agar semakin memiliki kelimpahan dalam diri, kampus, masyarakat, bangsa, dan gereja.

Adapun hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Kepala Satgas PPKPT UNWIRA; Fasilitator Yayasan Ume Daya Nusantara, Charisal D. S. Manu; dan Kepala Pusat Bimbingan Konseling UNWIRA, Dra. Rosa M. Bulor, M.Pd.