Wali Kota Kupang Dorong Aksi Nyata Atasi Sampah

Pengelolaan sampah terpadu Kota Kupang fokus pada konsistensi.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memaparkan strategi penanganan sampah dalam forum bersama sembilan lurah Best Practice yang berlangsung di Hotel Kristal Kupang pada Sabtu, (17/5/2025).

Kegiatan strategi penanganan sampah yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, para camat, serta seluruh lurah se-Kota Kupang.

Dalam pemaparannya, Wali Kota Kupang menekankan pentingnya konsistensi sebagai kunci utama keberhasilan program. Menurut dr. Christian Widodo, komitmen hanya menjadi langkah awal, namun keberhasilan hanya dapat diraih jika diiringi dengan konsistensi dalam pelaksanaan.

Wali Kota Kupang juga menyampaikan harapannya agar seluruh pihak terus bergerak dan tidak melemah dalam menjalankan program pengelolaan sampah. dr. Christian Widodo meminta agar seluruh jajaran tetap fokus dan tidak terpecah pada hal-hal yang dapat menghambat proses perubahan di Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bank Sampah Mutiara Timor, Melsi Mansula, menjelaskan berbagai jenis sampah yang dapat didaur ulang. Melsi menyebutkan tiga kategori utama yaitu plastik, kertas, dan logam. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai mitra untuk membantu teknis pengelolaan dan mendukung pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Sementara itu, Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chamdra, mengatakan perkembangan upaya pengadaan fasilitas pengelolaan sampah di wilayahnya. Setelah memperoleh persetujuan dari pemilik lahan, pihak kelurahan bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota Kupang untuk menyediakan enam unit kontainer sampah yang melayani tujuh wilayah administratif.

Penempatan kontainer tersebut diikuti dengan dialog bersama masyarakat guna memastikan efektivitas sistem pembuangan dan penerapan sanksi terhadap pelanggaran yang terjadi. Pihak Kelurahan Oesapa Barat juga mengatur jadwal pengangkutan sampah guna menghindari keterlambatan atau penumpukan yang tidak diinginkan.

Sistem pewarnaan tempat sampah memudahkan pemilahan: hijau untuk sampah organik, kuning untuk anorganik, dan merah untuk sampah B3.