Dialog Interaktif Gen-Z Kupas Potensi dan Tantangan Industri Pangan

Peran Gen Z dalam Mendukung Ketahanan Pangan Lokal.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar acara Gen-Z Bicara dengan topik “Peran Gen Z dalam Mendukung Ketahanan Pangan Lokal” pada Rabu, (11/6/2025).

Dialog berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK dengan menghadirkan dua narasumber dari Program Studi Teknologi Pangan Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, yaitu Ignatia S. Nino yang diakrab Nancy dan Aden R. Nome dengan dipanggil Rimon.

Program Studi Teknologi Pangan UNWIRA berada di bawah Fakultas Sains dan Teknologi, bersama dengan program studi Biologi dan Kimia. Fokus pembelajarannya mencakup proses produksi pangan dari bahan mentah hingga siap konsumsi.

Dalam dialog interaktif, Nancy menyatakan pentingnya peran lulusan Teknologi Pangan, baik sebagai pelaku usaha maupun sebagai tenaga ahli dalam pengendalian kualitas di industri pangan.

Nancy juga mengatakan pentingnya pemahaman mendalam mengenai keamanan pangan, termasuk mendeteksi potensi kontaminasi dari dalam produk, bukan hanya berdasarkan penampilan luar.

Nancy juga membagikan pengalaman tentang tantangan yang sering dihadapi saat praktikum. Menurut Nancy, kesulitan muncul dalam menguji beberapa sampel yang memiliki karakteristik berbeda.

Tantangan teknis tersebut seringkali menimbulkan kebingungan dalam membandingkan hasil uji, khususnya saat menentukan kandungan tertinggi dari suatu zat dalam bahan pangan tertentu.

Sementara itu, Rimon menjelaskan pentingnya menjaga standar kualitas pangan lokal dan meningkatkan pemanfaatannya sebagai upaya pencegahan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rimon menilai bahwa generasi muda masih cenderung lebih memilih pangan olahan toko dibandingkan dengan pangan lokal seperti ubi rebus. Karena itu, promosi pangan lokal perlu digencarkan agar dapat bersaing secara nilai gizi dan penerimaan konsumen.

Rimon juga menceritakan pengalaman praktikum yang melibatkan pengujian kandungan bakteri dalam tiga jenis sampel, yaitu susu bear brand, ikan kering dari pasar, dan tempe.

Hasilnya menunjukkan, dua dari tiga produk tidak mengandung bakteri E.coli, sementara satu produk lainnya terindikasi terkontaminasi, kemungkinan karena kemasan yang tidak higienis atau penyimpanan yang terlalu terbuka.

Lulusan Teknologi Pangan memiliki prospek karir yang luas, antara lain sebagai staf pengendalian mutu, konsultan pangan dan gizi, staf pengembangan produk, pegawai lembaga pengawasan seperti BPOM, serta wirausaha di bidang industri makanan.