Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang Ukir Jejak Warisan Kristiani untuk Generasi Mendatang

Sebanyak 37 utusan dari 48 jemaat GMIT Klasis Kota Kupang mengikuti kegiatan bertajuk Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT yang diselenggarakan di Gedung Pramuka, Penfui, mulai 3 hingga 5 Juli 2025.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Sebanyak 37 utusan dari 48 jemaat GMIT Klasis Kota Kupang mengikuti kegiatan bertajuk Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT yang diselenggarakan di Gedung Pramuka, Penfui, mulai 3 hingga 5 Juli 2025. Kegiatan ini diinisiasi oleh Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang, dengan sasaran perempuan berusia 25 hingga 55 tahun yang diharapkan mampu menjadi penggerak di tengah jemaat masing-masing.
Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali para perempuan dengan keterampilan praktis dan pengetahuan strategis yang sesuai dengan tantangan masa kini, terutama di era digital yang terus berkembang pesat. Selain itu, isu kesehatan mental menjadi fokus penting dalam kegiatan ini, mengingat tingginya angka kasus bunuh diri di Kota Kupang dalam beberapa tahun terakhir.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program ini. Ia menyebutkan bahwa penguatan mental menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang perlu disuarakan secara lebih luas oleh gereja dan komunitas perempuan, agar masyarakat Kota Kupang semakin terbuka dan peduli terhadap isu kesehatan jiwa.

Ketua UPP Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang, Nurini Sri Herwanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengangkat isu mental dan spiritual, tetapi juga menekankan pentingnya keterampilan praktis dan kesadaran terhadap informasi yang dibutuhkan di masa kini. Menurutnya, peserta dibekali materi dari berbagai narasumber seperti psikolog untuk membahas kesehatan mental, Balai Besar POM yang memberikan edukasi tentang keamanan pangan, penasihat perempuan dari Sinode GMIT, serta para pendeta yang memberikan penguatan iman.

Dalam pelaksanaannya, setiap jemaat diutus untuk mengirimkan minimal dua peserta. Namun demikian, belum semua jemaat dapat mengirimkan utusan. Ketua Pengurus Klasis Kota Kupang, Sien Taopen Fointuna, menyampaikan harapannya agar peserta yang hadir mampu menjadi perpanjangan tangan untuk membagikan ilmu dan pengalaman yang didapat kepada rekan-rekan di jemaat masing-masing, terutama bagi mereka yang tidak bisa mengikuti secara langsung.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari pemberdayaan perempuan GMIT yang tidak hanya aktif dalam pelayanan rohani, tetapi juga berperan dalam membangun ketangguhan mental, kepedulian sosial, dan kecakapan digital. Diharapkan, inisiatif seperti ini terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak perempuan-perempuan tangguh di Kota Kupang.