Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Persoalan pendidikan dan lingkungan masih menjadi perhatian utama di NTT. Sejumlah pihak terus menyuarakan kesetaraan pendidikan dan pelestarian lingkungan dengan berbagai cara. Tak terkecuali lingkup perguruan tinggi.
Salah satu instansi pendidikan tinggi di NTT, Universitas San Pedro (UNISAP) hadir menjawabi persoalan tersebut. UNISAP merupakan sebuah perguruan tinggi yang berdiri di Kota Kupang sejak tahun 2016. Hingga kini, UNISAP telah memiliki sebanyak tiga fakultas dan sepuluh program studi, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Luar Biasa, dan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi , Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) terdiri dari Program Studi Matematika, Biologi, Statistika, dan Fisika, serta Fakultas Teknik mencakup Program Studi Teknik Informatika dan Teknik Lingkungan.
Dalam wawancara bersama Radio Tirilolok pada Senin (21/7), Rektor UNISAP, P. Dr. Bertolomeus Bolong, OCD, M.Si menyebut UNISAP sebagai salah satu perguruan tinggi di NTT yang membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri, memahami ilmu pengetahuan dan teknologi, kreatif, produktif, dan berlandaskan spiritualitas kristiani.
Kampus ini memiliki dua program studi yang pertama di NTT untuk jenjang Strata 1, yakni PLB yang beryujuan untuk melayani kebutuhan di NTT, mengingat komitmen pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif, sehingga UNISAP bisa turut berpartisipasi dalam pengembangan pendidikan inklusif tersebut di NTT.
Sementara kehadiran Program Studi Teknik Lingkungan secara khusus menjadi jawaban atas persoalan lingkungan yang kian marak terjadi, termasuk sebagai wujud konkrit panggilan Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si. Para lulusan nantinya diharapkan mampu memberikan sumbangsih atas berbagai krisis lingkungan yang tengah menimpa NTT.
Lebih lanjut. P. Berto menyebut bahwa UNISAP telah membangun jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sejumlah lembaga internasional, untu mengirim mahasiswanya mengikuti program magang di luar negeri, antara lain Israel dan Jepang. UNISAP menekankan penguasaan bahasa asing, dengan kelas bilingual, di mana civitas akademika diminta untuk bisa menguasai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris.
Di akhir wawancara, P Berto berharap agar UNISAP dapat terus menjadi pilihan bagi masyarakat NTT di bidang pendidikan tinggi, dengan keunggulan pelayanan pendidikan yang berbasis nilai-nilai kemanusiaan dan kristianitas.














