dr. Christian Widodo Dukung UMKM Lewat Festival Budaya, Komitmen pada Ekonomi Rakyat

Dari senyum warga, tumbuh semangat membangun kota.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka Festival Budaya Kelurahan Oesapa Barat dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (2/8/2025), di Lapangan Voli RW 04/RT 10.

Acara dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Ketua Majelis GMIT Betlehem Oesapa Barat, anggota DPRD NTT, Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Branch Manager PT Bank Nasional, pemilik Luna Foundation, Danramil 1604-01 Kupang, Kapolsek Kelapa Lima, Camat Kelapa Lima, Lurah Oesapa Barat, serta masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota menerima bantuan dua unit mesin press sampah hidrolik oleh BNi sebagai bagian dari dukungan terhadap pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Oesapa Barat.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo mengapresiasi semangat warga dalam menjaga kebersihan dan memajukan wilayahnya. Wali Kota Kupang  menyebut Oesapa Barat sebagai salah satu kelurahan dengan pengelolaan sampah terbaik yang patut dijadikan contoh. Wali Kota dr. Christian Widodo juga mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dan antusiasme warga.

dr. Christian Widodo menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang telah menyediakan dana cadangan sebesar Rp3 miliar per tahun di RSUD SK Lerik untuk penanganan kasus gawat darurat. Dana  dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang mengalami keadaan darurat medis, meskipun belum memiliki BPJS, memiliki kartu yang sudah tidak aktif, atau tidak memiliki identitas diri lengkap. Layanan tetap diberikan secara gratis di UGD untuk menyelamatkan nyawa, dengan administrasi yang dapat diurus kemudian.

Dukungan dari DPRD Kota Kupang juga turut diapresiasi sebagai faktor penting dalam terlaksananya program-program strategis kota. Wali Kota dr. Christian Widodo menyatakan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif demi kesejahteraan masyarakat.

Dalam bagian akhir sambutannya, dr. Christian Widodo mengatakan pentingnya penyelenggaraan festival dan kegiatan budaya sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi lokal. Wali Kota Kupang menyebutkan bahwa kegiatan serupa sebelumnya, seperti Pawai Paska, berhasil melibatkan lebih dari 200 pelaku UMKM dan menciptakan perputaran uang hingga Rp3 miliar hanya dalam satu malam. Festival keagamaan diharapkan terus berlanjut untuk menghidupkan ekonomi rakyat.

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota, sebagai simbol dimulainya Festival Budaya Oesapa Barat.

Selanjutnya, Salah satu pelaku UMKM, Ifon,  berharap festival serupa dapat lebih sering diadakan, karena memberikan peluang tambahan penghasilan bagi pelaku usaha kecil. Produk yang dijual antara lain ayam geprek, pisang coklat, jagung goreng, dan kue wajik.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Budaya, Jemi P. Elimanafe, menjelaskan bahwa tujuan dari acara festival adalah untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal, memperkuat rasa cinta terhadap adat-istiadat daerah, membangun solidaritas sosial, meningkatkan penghasilan pelaku UMKM, serta memberikan ruang bagi anak-anak dalam menyalurkan bakat dan potensi mereka.

Festival Budaya Oesapa Barat akan berlangsung hingga 16 Agustus 2025.