Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menerima kunjungan audiensi dari Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-411 Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Kota Kupang. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota tersebut bertujuan untuk menyampaikan secara resmi rangkaian kegiatan perayaan HUT Jemaat serta menjajaki bentuk dukungan yang dapat diberikan oleh Pemerintah Kota Kupang.
Audiensi ini dihadiri oleh Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Kupang, Pdt. Olfi Magang-Mooy, S.Th, M.Hum, bersama para pendeta dari GMIT Kota Kupang, dan Ketua Umum Panitia HUT GMIT Kota Kupang, Pdt. (Emr) Jhony Riwu Tadu, beserta para panitia.
“Terima kasih Bapa Mama Pendeta beserta seluruh tim panitia yang hadir hari ini. Kami sangat senang bisa bertemu langsung untuk mendengar dan mendukung rencana perayaan ulang tahun ke-411 Jemaat GMIT Kota Kupang. Ini bukan hanya perayaan gerejawi, tapi juga momentum kebersamaan seluruh masyarakat Kota Kupang,” ujar Serena dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kegiatan-kegiatan keagamaan yang inklusif sebagai bagian dari upaya memperkuat kohesi sosial di Kota Kupang. Serena mengungkapkan bahwa sejak tahun 2018, Kota Kupang secara konsisten masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia dari 98 kota yang dinilai, dan capaian tersebut menjadi fondasi kuat untuk terus mendorong kegiatan yang mempererat antarumat beragama.
“Visi besar kami bersama Bapak Wali Kota adalah membangun Kota Kupang yang toleransinya semakin kuat. Kegiatan seperti karnaval dan pengembangan UMKM dalam rangka HUT jemaat ini sejalan dengan misi kami. Pemerintah tentu akan memberikan dukungan sesuai kapasitas yang ada,” tambahnya.
Terkait dukungan teknis, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang siap membantu dalam bentuk penyediaan fasilitas pendukung seperti transportasi (bus), genset, tenda, dan kursi. Ia juga mengimbau agar panitia segera mengajukan proposal resmi agar pemerintah dapat segera menindaklanjuti dan mengalokasikan dukungan melalui bagian terkait.
“Untuk anggaran dalam bentuk dana, memang kami akui agak terbatas karena efisiensi anggaran dan proses pengesahan yang sudah ditetapkan sebelum masa jabatan kami dimulai. Tapi bantuan dalam bentuk fasilitas bisa kami akomodasi. Mohon dicantumkan dalam proposal agar bisa segera kami disposisi ke Bagian Umum atau pihak teknis lainnya,” jelas Serena.
Wakil Wali Kota mengatakan, audiensi ini juga menjadi ruang dialog terbuka di mana panitia menyampaikan rencana detail rangkaian acara yang akan berlangsung selama dua minggu menjelang hari puncak. Mulai dari ibadah syukur, karnaval budaya, pelayanan sosial, hingga bazar UMKM yang melibatkan masyarakat lintas denominasi dan lintas usia.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia HUT GMIT Kota Kupang, Pdt. (Emr) Jhony Riwu Tadu, menyampaikan bahwa kegiatan telah dimulai dengan perlombaan olahraga seperti futsal dan lari lintas alam, serta berbagai lomba anak-anak dan remaja jemaat. Acara kemudian berlanjut dengan pameran dan ekspo yang digelar mulai 5 hingga 14 Agustus, melibatkan 35 UMKM lokal dan menampilkan sejarah jemaat melalui museum situs yang terletak di kompleks Gereja Kota Kupang.
Salah satu kegiatan puncak adalah parade Obor Api Injil pada 9 Agustus, yang mengambil rute dari Jemaat Kota Kupang menuju Jemaat GMIT Getsemani Babau Kupang, sebagai jemaat kedua tertua di NTT. Parade ini akan diikuti sekitar 750 peserta dan diakhiri dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Eben Nuban Timo. Wakil Gubernur NTT dijadwalkan hadir dalam acara ini.
Perayaan utama ulang tahun akan digelar pada 14 Agustus, diawali dari Benteng Concordia yang merupakan lokasi awal berdirinya gereja, sebelum dilanjutkan dengan ibadah syukur di gedung gereja saat ini. Pemindahan tanggal dari 13 ke 14 Agustus dilakukan untuk menghindari agenda karnaval provinsi.
Panitia berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kupang, termasuk dalam hal transportasi dan kehadiran pimpinan daerah pada acara-acara utama. Perayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk syukur, tetapi juga kesaksian sejarah akan awal mula penyebaran Injil di NTT.
Jemaat GMIT Kota Kupang merupakan salah satu jemaat tertua di wilayah Nusa Tenggara Timur yang berdiri sejak tahun 1614. Ulang tahun ke-411 ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan panjang pelayanan gereja yang tidak terpisahkan dari sejarah Kota Kupang itu sendiri.














