UNWIRA Kupang Lepas Calon Wisudawan/ti Lewat Misa Perutusan

Mereka mampu mewujudnyatakan motto UNWIRA, "Ut Vitam Habeant Abundatius", yang berarti "Supaya Mereka Memiliki Kehidupan Secara Berlimpah"

Misa Pelepasan Wisudawan/ti UNWIRA Kupang

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menyelenggarakan Misa Syukur Pelepasan Wisudawan/ti Pascasarjana Angkatan XLIV dan Sarjana Angkatan LXXIII pada Kamis (18/9). Bertempat di Aula St. Maria Immaculata, misa tersebut mengusung tema “Unwira Cemerlang, Inovatif, dan Menginspirasi”.

Perayaan ekaristi itu dipimpin langsung oleh Rektor UNWIRA, P. Dr. Philipus Tule, SVD didampingi sejumlah imam konselebrans, antara lain Ketua YAPENKAR, P. Dr. Ulbaldus Djonda, SVD; Dekan Fakultas Filsafat UNWIRA, RD John Subani; Preses Seminari Tinggi St. Mikhael, RD Theo Silab; dan Rektor terpilih UNWIRA Periode 2025-2030, P. Dr. Stefanus Lio, SVD.

Dalam homilinya, P. Philipus mengangkat kisah Santo Paulus yang memberikan peneguhan kepada Timoteus – salah seorang muridnya – agar tidak berkecil hati dalam kesetiaannya menjalankan tugas kerasulan. Sama seperti Santo Paulus yang meminta Timoteus untuk bertekun membangun dan mengajar umat, P. Philipus menyerukan para calon lulusan UNWIRA untuk dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia menitipkan empat pesan penting sebagai kiat bagi mereka untuk memasuki kehidupan pasca wisuda. Pertama, tidak berkecil hati. Kedua, menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar. Ketiga, tidak berhenti belajar. Dan keempat, mengawasi diri sendiri dan ajarannya. Ia meyakini bahwa dengan keempat hal itu, mereka mampu mewujudnyatakan motto UNWIRA, “Ut Vitam Habeant Abundatius”, yang berarti “Supaya Mereka Memiliki Kehidupan Secara Berlimpah” sesuai Injil Yohanes 10 : 10.

Rektor UNWIRA yang telah menjabat sejak 2017 itu, mengibaratkan calon wisudawan/ti sebagai “gadis-gadis bijaksana” dalam perumpamaan injil Matius yang berjaga-jaga dengan pelita dan minyak. Pelita diumpamakan sebagai gelar, sementara minyak diartikan sebagai keterampilan. Hal ini berarti bahwa calon lulusan tidak hanya mengandalkan gelar akademik, tetapi juga keahlian sesuai bidang ilmunya masing-masing.

Ia berharap, sebagai jebolan UNWIRA, nantinya mereka mampu membawa terang kepada dunia yang sedang terluka, dengan aneka tantangan dan persoalan yang ada, di antaranya stunting, kemiskinan ekstrem, dan konflik sosial. Menutup homilinya, P. Philipus menghimbau seluruh calon wisudawan/ti untuk bersatu dalam doa dan karya yang cemerlang, inovatif, dan inspiratif.

Adapun pelaksanaan wisuda Pascasarjana dan Sarjana UNWIRA periode ke-II tahun 2025 ini akan berlangsung pada Sabtu (20/9).