Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pada Senin (20/10/2025), Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 768 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II formasi tahun anggaran 2024 dalam acara yang digelar di Gor Flobamora.
Penyerahan ini merupakan bukti komitmen Pemkot Kupang untuk memberikan kepastian, penghargaan, dan perlindungan kerja bagi para PPPK di lingkungan pemerintah kota.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan jajaran yang terlibat, atas percepatan proses ini. Ia mengenang pengalaman sebelumnya yang memakan waktu lama dan menegaskan bahwa kini proses serah terima SK berjalan lebih cepat dan lancar.
dr. Christian Widodo menjelaskan bahwa pengabdian seorang pegawai tidak hanya dilihat dari lamanya waktu bekerja, melainkan dari seberapa besar dampak pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. “Yang paling penting bukan berapa lama kita mengabdi, melainkan seberapa besar kita membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain melalui pelayanan publik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa para PPPK kini sudah resmi menjadi bagian dari ASN, bukan lagi sebagai P3K. Dengan status baru ini, para pegawai diharapkan menunjukkan kedisiplinan tinggi, mematuhi jam kerja, serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Selain itu, Wali Kota Kupang mengajak seluruh pegawai untuk profesional dalam penampilan dan sikap kerja, karena hal kecil seperti ketertiban dan disiplin mencerminkan keseriusan dalam melayani masyarakat. dr. Christian Widodo mengatakan pentingnya loyalitas kepada visi, misi, dan program pemerintah Kota Kupang.
“Jabatan dan posisi yang kita miliki bisa hilang kapan saja jika tidak dijaga dengan baik. Oleh karena itu, kita harus menghargai kesempatan ini dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik,” kata Wali Kota Kupang.
Sebagai penutup, Wali Kota dr. Christian Widodo mengajak para pegawai untuk merayakan momen ini secara sederhana bersama keluarga, dengan doa dan makan malam bersama, sebagai bentuk empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.














