Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Sebanyak 3.442 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Keberadaan koperasi ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk menggerakkan perekonomian masyarakat mulai dari tingkat akar rumput.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTT, Dr. Drs. Jusuf Lery Rupidara, M.Si dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK di GMIT Kota Baru, Selasa (25/11/2025), mengonfirmasi bahwa pembentukan koperasi ini telah menjangkau seluruh wilayah administrasi desa di provinsi tersebut.
“Koperasi Desa Merah Putih di NTT, semua desa sudah membentuk. Hampir semua desa sudah membentuk Kopdes Merah Putih dengan total sebanyak 3442 Kopdes. Jadi setiap desa kelurahan harus membentuk,” tegas Jusuf Lery Rupidara.
Menurut Jusuf Lery Rupidara, kehadiran Kopdes Merah Putih bukan sekadar formalitas. Koperasi ini dirancang untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang multifungsi. Fungsinya akan mencakup membuka gerai-gerai untuk mempermudah suplai bahan kebutuhan pokok dan obat-obatan, sekaligus menjadi wadah bagi usaha produsen dan konsumen.
“Mereka akan menjadi wadah untuk orang berkoperasi, membuka gerai-gerai untuk mempermudah supply-supply bahan-bahan kebutuhan pokok, termasuk obat-obatan. Dan usaha-usaha produsen, konsumen, pemasaran, jasa maupun unit simpan pinjam yang dimulai dari desa dan kelurahan,” jelasnya.
Peningkatan jumlah Koperasi Merah Putih ini sejalan dengan pesatnya perkembangan gerakan ekonomi kerakyatan di NTT. Pemerintah daerah mendorong koperasi ini agar benar-benar hidup dan aktif melayani kebutuhan riil masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi di setiap desa.
Dengan adanya koperasi di setiap desa, diharapkan distribusi barang menjadi lebih lancar, akses permodalan bagi pelaku UMKM semakin mudah melalui unit simpan pinjam, dan produk-produk lokal memiliki saluran pemasaran yang terorganisir dengan baik. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan ekonomi daerah dari tingkat terbawah.














