Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, mewakili Wali Kota Kupang, dr.Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis secara resmi membuka Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional tingkat Kelurahan Bello. Kegiatan yang mengusung tema Wariskan Tradisi, Wujudkan Generasi Bahagia dan Berdaya ini berlangsung di halaman Gereja Katolik Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Jumat (5/12/2025).
Acara diawali dengan penyambutan adat natoni, sebagai bentuk penghormatan kepada Sekda Kota Kupang bersama Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Plt. Kadis Pertanian, dan jajaran lainnya. Setelah itu, Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, RD Longginus Bone, memimpin doa pembuka agar kegiatan berjalan lancar.
Dalam sambutannya, Sekda Kota Kupang Jeffry E. Pelt menekankan pentingnya melestarikan permainan tradisional di tengah derasnya perkembangan teknologi. “Ketika panitia pertama kali datang menjelaskan tentang KPOTI, saya terkejut karena ternyata banyak nilai budaya yang selama ini perlahan kita lupakan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa permainan tradisional mengandung nilai-nilai sosial yang penting bagi pembentukan karakter. “Lewat kegiatan seperti ini, kita mengingatkan anak-anak bahwa permainan tradisional mengajarkan kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian, berbeda dengan permainan digital yang sering membuat mereka sibuk sendiri,” jelasnya.
Sekda Kota Kupang juga menyampaikan apresiasi kepada Pastor Paroki yang telah memberikan tempat bagi pelaksanaan festival. “Kami berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pastor Longginus Bone yang sudah menyediakan lokasi dan fasilitas bagi terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya.
Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang, Goris Takene, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan budaya untuk menjaga warisan leluhur. “Acara ini bukan sekadar perlombaan, tetapi gerakan budaya. Sebuah panggilan hati untuk menjaga warisan negeri yang mulai tergerus perubahan zaman,” ucapnya. Ia berharap festival ini menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. “Mari jadikan permainan rakyat sebagai jembatan antara warisan leluhur dan harapan baru bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia KPOTI, Jhony E. Rihi menegaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk membangun karakter anak-anak serta memperkuat kebersamaan masyarakat. “Kegiatan ini bukan hanya tentang perlombaan, tetapi ruang bagi anak-anak untuk membangun keterampilan sosial, bekerja sama secara sehat, dan menghargai tradisi turun-temurun,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa acara ini didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah NTT, Pemerintah Kota Kupang, dan OPD terkait, serta dilengkapi kegiatan sosial seperti pasar murah, pelayanan kesehatan lansia, serta pembagian sembako bagi anak-anak tidak mampu.
Usai sambutan, Sekda Kota Kupang bersama Ketua KPOTI dan panitia menyerahkan bantuan sembako kepada sepuluh lansia dan lima anak kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial dalam rangkaian festival tersebut.














