Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar program Gen-Z Bicara pada Rabu, (7/1/2026), di Studio Radio TIRILOLOK.
Program ini mengangkat tema “Panggilan Misioner Orang Muda” dengan menghadirkan Mhey Maria, peserta SAGKI V 2025 sekaligus delegasi Keuskupan Agung Kupang.
SAGKI atau Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia merupakan forum konsultasi dan refleksi Gereja Katolik Indonesia yang diselenggarakan setiap lima tahun.
Forum ini mempertemukan para uskup, imam, biarawan-biarawati, serta perwakilan umat awam untuk membahas arah pastoral Gereja, menanggapi tantangan zaman, dan merumuskan visi bersama dalam menjalankan perutusan Gereja sebagai garam dan terang di tengah masyarakat.
Dalam dialog interaktif, Mhey Maria membagikan pengalamannya mengikuti SAGKI V sebagai pengalaman pertamanya terlibat dalam forum besar Gereja Katolik Indonesia.
“SAGKI adalah forum penting untuk menentukan arah pastoral Gereja dan menegaskan semangat sinodalitas, yakni berjalan bersama sebagai Gereja yang misioner,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan Orang Muda Katolik (OMK) dalam SAGKI V 2025 sebagai langkah bersejarah. Untuk pertama kalinya, OMK dilibatkan secara resmi dan diberi ruang untuk menyampaikan isu-isu pastoral dari keuskupan masing-masing serta berkontribusi langsung dalam proses refleksi Gereja.
“OMK dimaknai sebagai masa kini Allah, artinya peran orang muda tidak lagi ditunda untuk masa depan. Keterlibatan itu harus dimulai sekarang,” ujarnya.
Menurut Mhey, orang muda memiliki identitas yang kuat, gagasan yang segar, serta potensi besar untuk memberi kontribusi nyata bagi Gereja. Karena itu, orang muda tidak boleh hanya diposisikan sebagai objek pendampingan, melainkan sebagai subjek yang aktif dalam forum-forum strategis Gereja.
Pelibatan OMK dalam SAGKI dinilai menjadi langkah penting dan relevan dalam menjawab tantangan pastoral Gereja Katolik Indonesia ke depan.
SAGKI sendiri telah diselenggarakan sejak tahun 1995 dan terus menjadi ruang refleksi strategis dalam menentukan arah pastoral Gereja Katolik Indonesia setiap lima tahun.














