UNWIRA dan YAPENKAR Rayakan Pesta Pelindung dalam Misa Kudus

Perayaan Ekaristi yang mengusung tema “Peka Membaca Tanda Zaman, Berani Hadapi Risiko, dan Berakar dalam Sabda” itu dipimpin oleh Ketua YAPENKAR, P. Dr. Ubaldus Djonda, SVD, MA.

Misa Puncak Pesta Pelindung UNWIRA dan YAPENKAR, St. Arnoldus Janssen

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, lembaga perguruan tinggi di bawah pengelolaan Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus (YAPENKAR) Kupang, merayakan pesta peringatan pelindung kampus dan yayasan, yakni St. Arnoldus Janssen.

Perayaan tersebut ditandai dengan Misa Puncak Pesta Pelindung St. Arnoldus Janssen pada Kamis (15/01) pukul 08.00 WITA bertempat di Aula St. Hendrikus Rektorat Kampus Penfui.

Perayaan Ekaristi yang mengusung tema “Peka Membaca Tanda Zaman, Berani Hadapi Risiko, dan Berakar dalam Sabda” itu dipimpin oleh Ketua YAPENKAR, P. Dr. Ubaldus Djonda, SVD, MA., yang didampingi oleh sejumlah konselebrans.

Dalam homilinya, P. Ubaldus menyoroti kepekaan St. Arnoldus Janssen ketika menghadapi kulturkampf , yakni intimidasi politik terhadap Gereja Katolik di Jerman pada 1871-1878. Kepekaan itu terbukti dengan keberaniannya untuk mendirikan rumah misi, kendati gereja katolik tengah menghadapi penindasan dan penganiayaan.

P. Ubaldus menguraikan kondisi saat itu, di mana banyak imam, biarawan, hingga uskup yang ditangkap dan ditahan. Di tengah situasi yang mencekam itu, St. Arnoldus Janssen selalu berpegang teguh pada kepercayaan bahwa Allah tidak tinggal diam.

Lebih lanjut, P. Ubaldus melihat bagaimana St. Arnoldus Janssen menanggapi kegelapan kulturkampf sebagai tanda zaman sekaligus kesempatan istimewa untuk menyalakan api harapan dan terang rahmat dari, dan dalam Gereja Katolik Jerman serta untuk bangsa-bangsa lain yang belum mengenal Allah.

Teladan lain dari St. Arnoldus Janssen yang digambarkan dalam refleksi P. Ubaldus ialah keberaniannya untuk menghadapi risiko dalam menjalankan karya misi Allah. Meski mulanya mengalami kesulitan untuk menemukan lokasi pendirian rumah misi, namun berkat iman dan ketaatannya, ia berhasil mendapatkan tempat yang tepat, yaitu di Steyl – Belanda. Dari jumlah penghuni awal yang hanya 4 orang, kini rumah misi itu telah menginisiasi kelahiran ratusan misionaris yang berkarya di berbagai negara dan benua.

Nilai penting lainnya dari St. Arnoldus Janssen ialah keberakaran pada Sabda. P. Ubaldus menegaskan bahwa spirit St. Arnoldus Janssen tentang kesatuan dengan Yesus Sang Sabda memampukan setiap manusia untuk memiliki kepekaan terhadap tanda zaman dan keberanian dalam menghadapi risiko.

Secara khusus, dalam konteks misi pendidikan di UNWIRA, Ketua YAPENKAR itu menekankan agar para dosen dan tenaga kependidikan dapat memahami tanda zaman, di antaranya kemampuan kritis mahasiswa di tengah mudahnya akses informasi dan pembentukan karakter generasi muda NTT yang mau bekerja keras, disiplin, jujur, dan berintegritas.

Di akhir khotbahnya, P. Ubaldus mendorong Civitas Akademika UNWIRA untuk belajar dari St. Arnoldus Janssen agar menjadi lebih peka dengan terus merasakan dan menyadari apa yang terjadi di sekitar.

Adapun St. Arnoldus Janssen merupakan pendiri tiga kongregasi religius, yang salah satunya adalah SVD (Serikat Sabda Allah) yang menaungi YAPENKAR dan UNWIRA.