Kalabahi, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Tidak ada jarak antara pemerintah dan masyarakat ketika kepedulian menjadi bahasa bersama.
Pesan itulah yang terasa dalam kunjungan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur bersama Wakil Bupati Alor ke Jemaat GBI Filadelfia Mali, Kabupaten Alor, Minggu (9/8/2026) pagi.
Di tengah suasana hari Minggu yang penuh sukacita, Wakil Gubernur NTT hadir bukan sekadar menjalankan agenda pemerintahan, namun Ia datang untuk bertemu, menyapa dan berbagi bersama masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur menyerahkan bantuan beras kepada jemaat.
Bantuan itu mungkin sederhana. Namun bagi penerimanya, kehadiran pemerintah di tengah kebutuhan sehari-hari menjadi pesan bahwa mereka tidak berjalan sendiri.
“Pemerintah harus hadir bersama masyarakat. Tidak hanya ketika ada pembangunan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan kepedulian.
Kunjungan ke GBI Filadelfia Mali menjadi bagian dari rangkaian agenda Wakil Gubernur NTT selama berada di Kabupaten Alor.
Sebelumnya, Wakil Gubernur mendampingi Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, dalam kunjungan kerja untuk melihat langsung potensi pertanian sekaligus berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dari sektor pertanian, pemerintah mendorong peningkatan produksi dan pendapatan masyarakat sebagai bagian dari upaya mengurangi kemiskinan.
Sementara di tengah jemaat, perhatian diarahkan pada kebutuhan sosial masyarakat.
Dua agenda tersebut memiliki satu benang merah: memastikan pemerintah hadir untuk masyarakat.
“Pembangunan harus menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat ekonomi, sosial, pangan, pendidikan, kesehatan, hingga kehidupan keagamaan. Ini semua harus berjalan selaras dan seimbang,” ujar Wagub Johni.
Kegiatan di GBI Filadelfia Mali diawali dengan Ibadah Raya minggu bersama jemaat. Dan pada Minggu, 9 Agustus 2026, menjadi sebuah hari yang sederhana namun bermakna di Alor.
Pemerintah datang bukan hanya membawa program, tetapi juga membawa kepedulian.
Dan melalui kebersamaan itu, satu pesan kembali ditegaskan:
NTT dibangun bersama pemerintah, gereja dan masyarakat, berjalan dalam semangat persaudaraan dan gotong royong.














