RAT ke-40, Credit Union Serviam Tancap Gas Transformasi dan Digitalisasi!

KSP Credit Union Serviam harus menjadi “rumah ekonomi” yang aman bagi anggota, tempat bertumbuh secara finansial, sosial, dan pribadi.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Credit Union Serviam menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Sabtu, (28/2/2026), di Hotel Aston Kupang.

Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Credit Union Serviam, Ludgardis Maria Dadi, S.Pt., menegaskan pentingnya ketahanan ekonomi keluarga anggota di tengah berbagai tantangan.

“Kita perlu mengantisipasi berbagai tantangan dengan memastikan setiap anggota dan keluarga mampu bertahan, minimal dengan kekuatan sendiri, serta saling menolong dan menguatkan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pendampingan anggota merupakan strategi utama pemberdayaan, bukan sekadar respons ketika terjadi persoalan.

“Pendampingan bukan hanya hadir saat anggota mengalami kesulitan, tetapi komitmen untuk selalu berada di tengah mereka, mendengarkan kebutuhan, mencari solusi terbaik, dan memastikan tidak ada anggota yang berjalan sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, Credit Union Serviam harus menjadi “rumah ekonomi” yang aman bagi anggota, tempat bertumbuh secara finansial, sosial, dan pribadi.

“Kita tidak sekadar menjalankan organisasi, tetapi membangun gerakan pemberdayaan yang berdampak bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan RAT merupakan bentuk pertanggungjawaban pengurus dan pengawas atas pelaksanaan program serta capaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun Buku 2025, sekaligus membahas rencana kerja tahun 2026.

“RAT adalah sarana demokrasi koperasi dalam nuansa kekeluargaan. Ini pilar utama dalam menjaga kebersamaan,” jelasnya
.
Sepanjang Tahun Buku 2025, meski menghadapi berbagai keterbatasan, pengurus, pengawas, dan manajemen bersama anggota berhasil mencatat sejumlah kemajuan. Laporan keuangan juga telah diaudit oleh auditor eksternal dengan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Hasil audit ini adalah bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kami kepada seluruh anggota,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dinas Koperasi Kota Kupang, serta mitra eksternal lainnya, termasuk perusahaan asuransi, perbankan, dan lembaga pendidikan yang menjadikan Credit Union Serviam sebagai tempat praktik dan magang mahasiswa.

Selain itu, KSP Credit Union Serviam telah mengantongi izin usaha resmi koperasi simpan pinjam dan terus melengkapi persyaratan administratif untuk seluruh kantor cabang, termasuk sertifikasi manajer dan legalitas pejabat struktural.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Koordinasi (BK) Credit Union wilayah Timor, Lambertus Ara Tukan, menekankan pentingnya transformasi koperasi berbasis swadaya dan kemandirian anggota.

“Transformasi dimulai dari digitalisasi dan pemanfaatan teknologi agar pelayanan semakin mudah, cepat, dan efisien,” ujarnya.

Ia juga menekankan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai kunci keberhasilan transformasi.

“Aplikasi dan sistem digital harus didukung SDM yang berkualitas. Tanpa itu, transformasi tidak akan berjalan maksimal,” katanya.

Selain itu, kemitraan strategis dengan berbagai pihak juga dinilai penting untuk memperkuat posisi koperasi di tingkat regional maupun nasional.

Lambertus turut menyoroti pentingnya budaya menabung secara rutin sebagai fondasi kemandirian anggota.

“Tidak ada alasan untuk tidak menabung. Disiplin menyimpan secara teratur adalah kunci kekuatan koperasi,” tegasnya.

Ia mengapresiasi kinerja Credit Union Serviam yang dinilai mampu menjaga pertumbuhan aset dan kesehatan lembaga, termasuk menjaga rasio kredit bermasalah tetap di bawah lima persen.

“Ini membutuhkan kerja keras luar biasa dari pengurus, manajemen, dan tentu saja dukungan anggota,” ujarnya.

Ketua Panitia RAT KSP Credit Union Serviam, Maria Goreti Naya, dalam laporannya menyampaikan bahwa RAT ke-40 Tahun Buku 2025 ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

“Rapat Anggota Tahunan adalah agenda wajib sebagai bentuk evaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, penetapan rencana kerja dan anggaran, serta pengambilan keputusan strategis demi kesejahteraan anggota,” jelasnya.

RAT kali ini mengusung tema “Transformasi Koperasi Melalui Swadaya dengan Pendampingan Anggota”. Ia menyebut kehadiran anggota sebagai wujud komitmen bersama dalam menjalankan roda koperasi secara sehat dan bertanggung jawab.

Peserta RAT terdiri dari pengurus, pengawas, anggota utusan dari seluruh kantor cabang, serta para undangan. Seluruh biaya pelaksanaan kegiatan dibebankan pada anggaran Tahun Buku 2025 dan 2026 sesuai ketentuan yang berlaku.

Maria Goreti Naya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir dan berpartisipasi aktif dalam RAT tersebut.

“Partisipasi anggota adalah kekuatan utama koperasi. Tanpa kebersamaan, koperasi tidak akan tumbuh,” pungkasnya.