Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Gereja Katolik merayakan Hari Minggu Panggilan (Hari Doa Sedunia untuk Panggilan) pada Minggu (26/04). Sejak ditetapkan oleh Paus St. Paulus VI pada tahun 1964, Minggu Panggilan dirayakan setiap Hari Minggu Paskah IV yang juga disebut Minggu Gembala yang Baik.
Perayaan Minggu Panggilan merupakan momentum bagi gereja universal untuk bersatu dalam doa bagi pertumbuhan panggilan hidup bakti dan penghayatan untuk menghidupi panggilan umum dalam pelayanan keseharian hidup masing-masing.
Kepada Radio TIRILOLOK, sejumlah pelaku hidup bakti menyampaikan harapannya akan peringatan Hari Minggu Panggilan tersebut.
Br. Yohanes Bercheman Ebang, SVD, seorang biarawan yang menetap di Malang, memaknai Hari Minggu Panggilan sebagai ajakan reflektif untuk menyadari bahwa Yesus adalah Gembala yang baik, Jalan dan Pintu menuju keselamatan kekal.
Menurutnya, perayaan itu menjadi kesempatan untuk saling meneguhkan lewat doa, sakramen dan teladan hidup, baik dalam panggilan sebagai kaum religius maupun umat awam pada umumnya.
Lebih lanjut, ia mengharapkan agar demi perkembangan iman Katolik ke depan, Gereja tidak hanya mengedepankan kuantitas, melainkan menekankan pada kualitas iman, yakni dengan saling mengasihi, mengampuni, dan peduli kepada sesama ciptaan.
Hal serupa disampaikan Sr. Stephanie Maran, DGE yang kini berkarya di Italia. Baginya, menghayati Hari Minggu Panggilan tidak sekadar tentang peningkatan jumlah panggilan hidup, melainkan kesiapan untuk menjadi pribadi yang setia, matang, dan rendah hati untuk melayani orang lain.
Kendati demikian, ia juga mendorong agar semakin banyak kaum muda yang berani menanggapi panggilan Tuhan dengan penuh kebebasan, ketulusan dan segenap iman. Ia berharap bahwa Gereja akan semakin hidup, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Selain itu, ia menilai dukungan dari keluarga dan komunitas sebagai faktor penting agar budaya panggilan dapat terus berkembang. Dengan itu, ia mengharapkan agar Gereja Katolik di masa depan kian bertumbuh sebagai tanda nyata kasih Tuhan bagi dunia.
Sementara itu, Fr. Joaquin De Santos Fahik dari Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui – Kupang, menyoroti makna Hari Minggu Panggilan sebagai ajakan bagi generasi muda untuk menjawabi panggilan hidup kudus sesuai ajaran Katolik yang benar, baik panggilan religius maupun panggilan umum.
Ia menilai, kemajuan zaman saat ini seakan menghadirkan ketimpangan yang kerap menormalisasi budaya kejahatan dan malah mengabaikan kekudusan. Oleh karena itu, ia mengajak orang muda untuk berani hidup dengan benar demi keberlangsungan hidup Gereja di masa yang akan datang.
Adapun tema Hari Minggu Panggilan 2026 ialah “Penemuan Batiniah akan Karunia Tuhan”, yang oleh Paus Leo XIV dimaknai sebagai petualangan kasih dan keindahan.














