Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Pelestarian Budaya Lokal, UNWIRA Kupang Gelar PISMA X

Bertema “Golden Horizon : Synergizing Global Innovation and Local Wisdom for a Resilient Future”, PISMA X resmi dibuka pada Senin (18/05) bertempat di Aula St. Hendrikus, Gedung Rektorat Kampus Penfui.

Pembukaan PISMA X pada Senin (18/05).

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || INTERNASIONAL – Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, tak henti mewujudkan komitmennya untuk terlibat dalam pembangunan di tingkat lokal, regional, nasional, hingga internasional. Hal itu terbukti melalui aneka kegiatan yang diberlangsungkan untuk mendorong perkembangan Civitas Akademika UNWIRA, terutama para mahasiswa/i.

Salah satu program yang dicanangkan oleh UNWIRA, melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ialah Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa (PISMA), yang kali ini memasuki tahun kesepuluh penyelenggaraannya.

Bertema “Golden Horizon : Synergizing Global Innovation and Local Wisdom for a Resilient Future”, PISMA X resmi dibuka pada Senin (18/05) bertempat di Aula St. Hendrikus, Gedung Rektorat Kampus Penfui.

Ketua Panitia PISMA X, Eusebius Samudra Putra Seran yang merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum, dalam laporannya menjelaskan bahwa agenda PISMA X menghadirkan sejumlah peserta lomba dari berbagai Perguruan Tinggi, baik di wilayah Kota Kupang maupun di daerah lainnya, hingga kampus mancanegara.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa PISMA X hadir sebagai bentuk pengembangan diri mahasiswa dalam menghadapi kemajuan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini hidup di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc yang hadir mewakili Pemerintah Kota Kupang, dalam sambutannya memaparkan bagaimana perkembangan teknologi yang masif, berpotensi menghidupkan inovasi terhadap kebudayaan NTT yang beraneka ragam.

Wakil Wali Kota perempuan pertama di Kupang itu menilik akan adanya peluang kebaharuan jika dua hal tersebut disandingkan, baik teknologi maupun kebudayaan NTT itu sendiri.

Serena mengharapkan agar melalui perlombaan itu, para peserta dapat mengoptimalkan potensi lokal menjadi kekuatan global. Ia menegaskan, generasi muda masa kini mesti menjadi generasi yang peka dan peduli terhadap kebudayaan lokal di tengah kemajuan zaman.

Rektor UNWIRA Kupang, P. Dr. Stefanus Lio SVD, S. Fil., M.A. menekankan bahwa dunia saat ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga empati dalam menghayati setiap dimensi kehidupan manusia.

Untuk itu, ia berharap agar tema yang diangkat dalam pelaksanaan PISMA X itu tidak menjadi slogan semata, tetapi memberi warna dan dampak dalam kehidupan masyarakat.

Kepada para peserta yang akan berkompetisi, ia mendorong mereka untuk dapat memaksimalkan kompetensinya, sekaligus membangun relasi persahabatan dalam setiap bidang yang dipertandingkan.

Adapun beberapa kategori perlombaan yang diadakan, yakni Tarian Kreasi dan Solo Pop Putra-Putri untuk tingkat Regional (LLDIKTI XV); Debat Ilmiah, Business Plan dan Inovasi Digital untuk tingkat Nasional; dan Speech, Short Video, dan News Presenter untuk tingkat Internasional.