Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, membuka Festival Budaya Tingkat Kelurahan Penfui yang digelar di tanah kosong samping utara Pasar Penfui, RT 08/RW 04, Kelurahan Penfui, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Festival mengusung semangat memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan keberagaman budaya sekaligus mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat.
Rangkaian kegiatan festival telah berlangsung selama 3 hari. Kegiatan meliputi festival budaya, pertunjukan seni dan budaya, serta berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan mendapat dukungan dari pemerintah kelurahan, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok pemuda, dunia pendidikan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo mengapresiasi masyarakat Kelurahan Penfui yang telah menyelenggarakan Festival Budaya Multi Etnis.
“Saya ingin memberikan apresiasi langsung. Penfui ini adalah salah satu kelurahan yang unggul dan merupakan miniaturnya Kota Kupang,” ujar dr. Christian Widodo.
Menurut dr. Christian Widodo, Kelurahan Penfui mencerminkan keberagaman Kota Kupang karena dihuni masyarakat dari berbagai suku, etnis, agama, dan latar belakang.
dr. Christian Widodo menegaskan, keberagaman harus menjadi kekuatan dalam membangun persatuan dan keharmonisan di Kota Kupang.
“Keberagaman di Kota Kupang tidak pernah menjadi penghalang, tetapi selalu menjadi kekuatan. Tidak pernah menjadi jarak pemisah, tetapi selalu menjadi jembatan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa momentum perayaan kemerdekaan tidak sekadar mengenang terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengisi kemerdekaan melalui berbagai upaya pembangunan dan penyelesaian persoalan masyarakat.
“Merayakan kemerdekaan itu bukan hanya tentang merayakan hari kita terbebas dari penjajahan, tetapi bagaimana kita mengisi kemerdekaan yang sudah diperjuangkan,” ujarnya.
dr. Christian Widodo turut mengajak masyarakat menjaga persatuan dan keberagaman sebagai modal penting dalam pembangunan Kota Kupang.
“Jadi harmoni itu bukan sama atau seragam, tetapi seimbang. Itulah Kota Kupang yang kita cintai. Kita jaga terus persatuan dan keberagaman ini,” katanya.
Selain itu, dr. Christian Widodo mengajak masyarakat mendoakan warga yang terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores agar senantiasa mendapat perlindungan dan kekuatan.
Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Penfui ditutup dengan foto bersama. Kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan tarian dari Sumba Barat Daya yang dibawakan siswa SD Inpres Nasipanaf.














