Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang terus menunjukkan dedikasinya untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat. Hal tersebut dibuktikan melalui keterlibatan UNWIRA dalam Pameran Pembangunan NTT BaSTel (Bangun SDM, Tumbuhkan Ekonomi, Lajukan NTT) yang digelar di halaman depan Hotel Harper Kupang pada 15-24/08.
Keikutsertaan UNWIRA ditandai dengan kehadiran dua kelompok mahasiswa, yakni SENAR dan KOMANG, yang tergabung dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2026 di bawah Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Kepada Radio TIRILOLOK, Ketua dan PIC Distribusi Komang, Julian Barbara Lipat Mukin menyebut bahwa kehadiran mereka dalam Pameran Pembangunan BaSTel 2026 merupakan wujud nyata dari komitmen untuk memperkenalkan produk minuman fungsional lokal khas NTT yang menjadi project kewirausahaan mereka. Dengan memadukan kopi Manggarai, biji kelor, dan gula lontar, Komang tidak sekadar mengangkat kearifan lokal masyarakat, namun juga membawanya lebih dekat dengan pasar yang lebih luas.
Julian memaparkan bahwa project Komang yang melibatkan sejumlah mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Univeritas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) itu, memulai program tersebut dengan terjun langsung ke daerah Manggarai dan bekerja sama dengan petani setempat untuk mendapatkan biji kopi terbaik yang dapat dikelola lebih lanjut. Selain itu, pihaknya juga membangun kerja sama dengan kelompok penganyam dari Desa Oebelo – Kabupaten Kupang, guna menghasilkan produk anyaman sebagai wadah alternatif penggunaan plastik untuk menunjang pemasaran Komang.
Julian juga menjelaskan, skema P2MW memungkinkan para peserta untuk mengembangkan berbagai inovasi demi meningkatkan keunggulan di bidang kewirausahaan. Ia menilai, dengan bantuan pendanaan dan pendampingan berkelanjutan, program tersebut tidak hanya menunjang perkembangan pendidikan mereka, namun juga menjadi pengalaman berharga yang kelak dapat menjadi bekal bagi lulusan UNWIRA untuk bergerak menjadi wirausahawan dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Dengan dukungan dosen pembimbing, Maria Agustin Lopes Amaral, S.E., M.M., Julian memaparkan bahwa kelompoknya memilih biji kelor sebagai terobosan yang dipadukan dengan biji kopi, sebagai opsi bagi konsumen yang ingin mengonsumsi kopi secara lebih sehat. Menariknya, proses pembuatan kopi tersebut tidak mengandalkan peralatan modern, tetapi masih mengedepankan proses tradisional demi menjaga cita rasa yang alami.
Ia berharap, melalui keterlibatan Komang dalam Pameran BaSTel 2026, dapat memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat secara lebih luas, sehingga produk tersebut dapat turut diminati dan menjadi pilihan banyak orang.
Adapun selain Julian, empat mahasiswa lain yang tergabung dalam project Komang itu, yakni Maria Kristanti Leky; Olimpa Welin Pegan; Maria Alfonsa Samparaja Tonga; dan Dominikus Channavaro Agung.














