Uskup Atambua Ajak Umat Hidup dalam Iman dan Kesaksian

Iman tidak hanya diwujudkan dalam perayaan keagamaan, tetapi juga melalui kesaksian nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Atambua, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr., mengajak umat Katolik untuk terus menghidupi iman melalui kesaksian nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dalam homili saat memimpin perayaan Misa di Gereja Katedral Santa Maria Imakulata Atambua Minggu, (23/8/2026).

Dalam homilinya, Mgr. Dominikus Saku menegaskan bahwa Gereja merupakan persekutuan umat beriman yang dipanggil untuk berkumpul, menghidupi, serta menyatakan iman melalui kehidupan bersama.

Iman tidak hanya diwujudkan dalam perayaan keagamaan, tetapi juga melalui kesaksian nyata dalam kehidupan sehari-hari. Umat dipanggil untuk menghadirkan nilai-nilai iman melalui kasih, pelayanan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap sesama.

Dalam refleksinya, Mgr. Dominikus Saku mengangkat sosok Rasul Petrus sebagai teladan iman. Petrus yang juga dikenal sebagai Simon Petrus menjadi salah satu tokoh penting dalam perjalanan Gereja perdana.

Pengakuan Petrus terhadap Yesus sebagai Mesias menjadi bagian penting dalam perjalanan iman para murid. Pengakuan tersebut kemudian terus dikenang dan diteruskan dalam kehidupan iman Gereja.

Mgr. Dominikus Saku mengajak umat untuk melihat bahwa iman yang kokoh menjadi dasar penting bagi kehidupan Gereja. Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik berdiri di atas iman serta kesaksian para rasul yang diteruskan dari generasi ke generasi.

Kesaksian para rasul menjadi bagian penting dalam perjalanan Gereja karena iman tidak berhenti pada satu generasi. Setiap umat memiliki tanggung jawab untuk menjaga, menghidupi, dan meneruskan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks kehidupan keluarga, Mgr. Dominikus Saku menekankan pentingnya peran orang tua dalam membangun kehidupan iman anak-anak. Keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal iman, belajar menghayatinya, serta menerapkannya dalam kehidupan.

Peran tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab para guru di sekolah dan para pemimpin dalam kehidupan masyarakat. Setiap orang memiliki peran sesuai dengan tanggung jawab masing-masing untuk menjaga kehidupan bersama dan membangun generasi yang beriman.

Umat juga diajak untuk tidak hanya berbicara tentang iman, tetapi menjadikannya sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Iman perlu diwujudkan melalui tindakan yang mencerminkan kasih kepada Allah dan sesama.

Mgr. Dominikus Saku mengingatkan umat agar tetap memiliki harapan dan tidak mudah menyerah dalam menjalani kehidupan. Kasih menjadi dasar penting dalam membangun hubungan yang baik dengan Tuhan maupun dengan sesama.

Perayaan Ekaristi tersebut menjadi momentum bagi umat untuk kembali menyadari panggilan sebagai orang beriman.

Umat diajak memperkuat kehidupan Gereja melalui kesaksian iman, pelayanan, kasih, dan tanggung jawab dalam keluarga serta masyarakat. Dengan demikian, iman tidak berhenti pada pengakuan, tetapi menjadi bagian nyata dari kehidupan dan menjadi kesaksian bagi orang lain.